Dark/Light Mode

Dari Belgia ke Brunei

Intelektual Muslim Indonesia Perkuat Kajian Islam di UBD

Jumat, 21 Agustus 2026 17:37 WIB
Intelektual Muslim Indonesia, Dr. Ayang Utriza Yakin, kini bergabung sebagai dosen di Sultan Omar ‘Ali Saifuddien Centre for Islamic Studies (SOASCIS), Universiti Brunei Darussalam (UBD). [Foto-foto: Dok]
Intelektual Muslim Indonesia, Dr. Ayang Utriza Yakin, kini bergabung sebagai dosen di Sultan Omar ‘Ali Saifuddien Centre for Islamic Studies (SOASCIS), Universiti Brunei Darussalam (UBD). [Foto-foto: Dok]

 Sebelumnya 
Menurut Dr. Riza, SOASCIS juga mengharapkannya ikut membangun pengajaran dan penelitian pernaskahan Islam (Islamic manuscripts) di Brunei. Pengembangan bidang ini diarahkan untuk memperkuat posisi UBD sebagai salah satu pusat kajian manuskrip Islam di Asia Tenggara.

Bidang tersebut bukan wilayah baru baginya. Dr. Riza memperoleh pendidikan master dan doktor dalam bidang sejarah dan filologi di École des Hautes Études en Sciences Sociales (EHESS), Paris. Latar belakang itu mempertemukan kajian hukum Islam dengan keahliannya dalam sejarah dan filologi.

Baca juga : Dubes David Jordens Menyapa Warga +62 Di Medsos

Momentum kepindahannya ke Brunei juga bertepatan dengan terbitnya salah satu karya akademik terpentingnya dalam bidang manuskrip. Pada pertengahan Oktober mendatang, penerbit akademik internasional Brill dijadwalkan menerbitkan buku berjudul Undhang-Undhang Bantĕn. Édition critique, translittération et traduction annotée avec introduction de la compilation des lois du cadi du sultanat de Banten aux XVIIe et XVIIIe siècles.

Baca juga : Akomodatif dengan Kearifan Lokal

Buku tersebut merupakan edisi kritis, transliterasi, terjemahan beranotasi, dan kajian atas kompilasi hukum kadi Kesultanan Banten pada abad ke-17 dan ke-18. Karya itu sekaligus mempertemukan salah satu kekayaan manuskrip hukum Islam Nusantara dengan tradisi filologi dan kajian Islam internasional.

Keahlian tersebut sejalan dengan pengembangan klaster Islamic Manuscripts di SOASCIS. Dengan demikian, kehadiran akademisi Indonesia di Brunei tidak hanya berkaitan dengan perpindahan tempat mengajar, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi kajian manuskrip Islam Nusantara untuk memperoleh perhatian dalam percakapan akademik internasional.

Baca juga : Islam Yang Komprehensif

Perjalanan Dr. Riza dari Indonesia, menempuh pendidikan tinggi di Prancis, membangun karier akademik di Belgia dan Prancis, hingga akhirnya bergabung dengan UBD juga memperlihatkan semakin luasnya mobilitas ilmuwan Indonesia dalam jaringan akademik global.

Bagi Dr. Riza, kepindahan ke Brunei kini menjadi awal dari fase akademik baru. “Doakan saya, semoga keberadaan saya di SOASCIS UBD dapat menghasilkan banyak karya seperti yang diharapkan,” ujar Dr. Riza menutup perbincangan dengan Rakyat Merdeka & RM.id. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.