Dark/Light Mode

Latihan Penyelamatan Hadapi Dentuman Bom

Peacekeeper TNI Unjuk Gigi Di Hadapan MIKTA

Senin, 24 Agustus 2026 06:10 WIB
Dubes Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kedelapan kanan), Sekretaris Jenderal Kemlu RI Denny Abdi (kedelapan kiri), Dubes Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan (ketujuh kiri), Dubes Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo (ketujuh kanan), serta Wakil Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Chung Hae-Kwan (keenam kanan) berfoto bersama UN Peacekeeper Indonesia di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, kawasan Sentul, Bogor, Jumat (21/8/2026). Foto: LARASATI DYAH UTAMI/RAKYAT MERDEKA/RM.ID
Dubes Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kedelapan kanan), Sekretaris Jenderal Kemlu RI Denny Abdi (kedelapan kiri), Dubes Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan (ketujuh kiri), Dubes Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo (ketujuh kanan), serta Wakil Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Chung Hae-Kwan (keenam kanan) berfoto bersama UN Peacekeeper Indonesia di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, kawasan Sentul, Bogor, Jumat (21/8/2026). Foto: LARASATI DYAH UTAMI/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Dentuman keras menggelegar di kawasan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026). Bukan serangan sungguhan, dentuman itu bagian dari simulasi latihan penyelamatan yang diperagakan pasukan perdamaian Indonesia atau UN Peacekeeper di hadapan korps diplomatik negara-negara MIKTA.

Latihan tersebut menjadi bagian dari kunjungan delegasi Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia (MIKTA) ke markas pasukan perdamaian TNI. Kunjungan digelar atas undangan Australia yang menjadi Ketua MIKTA periode 2026-2027.

Para Duta Besar (Dubes) dan delegasi MIKTA di Indonesia juga mengikuti rangkaian seremoni untuk menghormati perjuangan para penjaga perdamaian dunia yang gugur selama menjalankan tugas.

Satu per satu rangkaian bunga putih diletakkan di belakang patung raksasa UN Peacekeeper Memorial oleh lima perwakilan MIKTA di Indonesia.

Di belakang patung tersebut terdapat nama-nama pahlawan UN Peacekeeper Indonesia yang gugur dalam menjalankan tugas. Di antaranya, Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Adityya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, serta Praka Rico Pramudia yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Peletakan bunga diawali Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Denny Abdi. Selanjutnya, bunga diletakkan Dubes Australia untuk Indonesia Rod Brazier, Dubes Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan, Dubes Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo, serta Wakil Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Chung Hae-Kwan.

Baca juga : Pevita Pearce, Syuting Bareng Lewis Hamilton Dan Leclerc

Duta Besar Inggris Untuk Indonesia Dominic Jermey Ketagihan Makan Gorengan & Sambal

Dalam sambutannya, Dubes Rod Brazier mengakui kehebatan, keberanian, serta pengorbanan para peacekeeper Indonesia di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin kompleks.

“Kami mengutuk keras serangan terhadap UNIFIL di Lebanon dan menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya, serta terlukanya personel pemelihara perdamaian Indonesia,” kata Dubes Brazier.

MIKTA merupakan kelompok lintas kawasan yang terdiri dari negara-negara yang aktif dan dinamis. Di tengah ketidakpastian global saat ini, Dubes Brazier mengatakan, negara-negara MIKTA memiliki kepentingan bersama untuk melindungi aturan dan norma internasional yang berkontribusi pada perdamaian, keamanan dan kesejahteraan dunia.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Indonesia atas kontribusinya yang kuat dan berkelanjutan dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, khususnya di Lebanon,” ujarnya.

Denny Abdi menegaskan, personel berbaju biru PBB dan pekerja kemanusiaan yang bertugas di medan tersulit tidak boleh dijadikan sasaran serangan.

Baca juga : Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi 272 T

“Perlindungan harus dimulai sebelum pengiriman pasukan melalui pelatihan yang baik, kesadaran situasi, peralatan yang memadai, kesiapan medis dan Prosedur Operasional Standar (SOP) yang jelas,” ujarnya.

Usai seremoni, para delegasi diajak menaiki mobil panser. Mereka merasakan langsung pengalaman berada di kendaraan lapis baja bercat putih yang biasa digunakan untuk mengangkut pasukan militer PBB.

Delegasi kemudian melihat dari dekat proses pelatihan dan pembentukan pasukan baret biru Indonesia sebelum diterjunkan ke berbagai belahan dunia.

Dentuman keras kembali mengawali demonstrasi singkat latihan Pra Penugasan atau Pre-Deployment Training para personel penjaga perdamaian.

Dalam simulasi tersebut, para prajurit memperagakan penanganan personel yang terluka akibat serangan bom. Ketangkasan fisik, penguasaan taktik, hingga kesiapsiagaan dalam kondisi darurat menjadi kunci keselamatan prajurit ketika menjalankan misi di wilayah konflik.

Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan mengatakan, Indonesia merupakan salah satu penyumbang pasukan pemeliharaan perdamaian terbesar di dunia.

Baca juga : Eropa Tertarik Investasi di Sektor Hilirisasi-Pertanian, RI Masih Jadi Gadis Yang Cantik

Saat ini, sekitar 1.750 personel Indonesia tengah bertugas dalam berbagai misi perdamaian di sejumlah belahan dunia. Penempatan terbesar berada di Kongo, Afrika Tengah dan Lebanon.

Selain itu, PBB memiliki mandat agar pengiriman pasukan melibatkan minimal 30 persen prajurit perempuan.

“Saat ini, keterlibatan Women Peacekeepers kita berada di angka sekitar 12 persen. Sebanyak 125 prajurit TNI perempuan sedang bertugas lapangan di seluruh dunia,” ungkapnya.

Kesiapan dan ketangkasan yang diperagakan para prajurit mendapat apresiasi dari delegasi asing. Latihan itu menjadi gambaran kesiapan Indonesia dalam melindungi personel, sekaligus menjalankan mandat perdamaian dunia.

Dengan latihan yang matang dan kesiapsiagaan tinggi, Indonesia berharap para penjaga perdamaian dapat menjalankan misi dengan selamat dan tidak kembali menjadi korban dalam konflik yang mereka datangi untuk membawa perdamaian. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 24 Agustus 2026 dengan judul "Latihan Penyelamatan Hadapi Dentuman Bom Peacekeeper TNI Unjuk Gigi Di Hadapan MIKTA"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.