Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
Rapatkan Barisan Di KTT SCO Bishkek
Putin, Jinping & Pezeshkian Siap Lawan Dominasi Barat
Senin, 31 Agustus 2026 06:10 WIB
Sebelumnya
Duta Besar Indonesia Untuk Bulgaria Listiana Operananta
KTT Bishkek kali ini juga berlangsung ketika sejumlah negara anggota SCO menghadapi tekanan ekonomi akibat sanksi dan perang dagang.
AS sebelumnya menjatuhkan sanksi sekunder terhadap mitra dagang Iran di sejumlah sektor, termasuk emas, teknologi, aset digital, penerbangan, dan transportasi maritim. AS juga mengancam sekutu Iran dengan sanksi.
Baca juga : Luna Maya, Perut Buncit Curi Perhatian
China, yang merupakan salah satu pengimpor utama minyak Iran, merespons dengan menyatakan akan mempertahankan kepentingannya dengan tegas.
Iran telah berada di bawah sanksi AS sejak Revolusi 1979.
Pezeshkian mengakui negaranya menghadapi kesulitan ekonomi. Iran resmi bergabung dengan SCO pada 2023.
Baca juga : Terkait TSK TPPU, Febrie Kalah Lagi
SCO mengklaim mewakili sekitar 40 persen populasi dunia dan 25 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global. Meski memiliki cakupan luas, organisasi tersebut tetap memiliki kepentingan yang beragam dan tidak lepas dari perbedaan antaranggota.
Analis politik asal Kazakhstan sekaligus Direktur Eurasian Monitoring Center for Analytical Research Alibek Tazhibayev mengatakan, SCO memberi ruang bagi anggotanya tidak harus memiliki kesamaan sikap dalam setiap isu untuk dapat menjalin kerja sama.
“SCO berada pada posisi yang tepat untuk muncul sebagai kekuatan utama dalam tatanan internasional multipolar yang terus berkembang. Serta memainkan peran vital dalam mengarahkan sistem tata kelola global menuju keseimbangan yang lebih baik,” ujar Tazhibayev kepada Global Times, Sabtu (29/8/2026).
Baca juga : Cegah Kriminalisasi Kritik, MK Hapus Pasal Penghinaan Pemerintahan di KUHP
Pengamat dan analis politik Timur Tengah dari Lanzhou University Zhu Yongbiao menambahkan, SCO menjadi ruang bagi negara-negara non-Barat untuk saling bertukar pandangan tanpa takut terkena sanksi ekonomi. “Ini ajang semua orang berada di posisi yang setara. Tidak ada yang mendikte,” pungkasnya. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 31 Agustus 2026 dengan judul "Rapatkan Barisan Di KTT SCO Bishkek Putin, Jinping & Pezeshkian Siap Lawan Dominasi Barat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya