Dark/Light Mode

Aibek Dadebay Terpilih Jadi Ketua Kurultai, Dubes Fadjroel Ucapkan Selamat

Senin, 31 Agustus 2026 06:39 WIB
Dubes RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan M. Fadjroel Rachman dan  Ketua Kurultai Kazakhstan Aibek Dadebay di Astana. Dok. KBRI Astana
Dubes RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan M. Fadjroel Rachman dan Ketua Kurultai Kazakhstan Aibek Dadebay di Astana. Dok. KBRI Astana

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M. Fadjroel Rachman, menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya pemilihan Kurultai atau parlemen unikameral Kazakhstan serta terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai pertama.

Fadjroel menilai penyelenggaraan pemilihan Kurultai pada 23 Agustus 2026 menjadi bagian penting dalam proses demokrasi konstitusional Kazakhstan. Menurutnya, proses tersebut sejalan dengan agenda pembentukan Kazakhstan Baru atau New Kazakhstan.

"Selamat atas suksesnya Kurultai kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dan selamat atas terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai. Kazakhstan telah sukses menjalankan demokrasi konstitusional untuk membentuk New Kazakhstan," ujar Fadjroel dalam keterangannya dari Astana, Jumat (28/8/2026).

Pemilihan Kurultai mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 74,08 persen atau lebih dari 9,35 juta pemilih. Partai Adilet menjadi pemenang dengan perolehan 71,17 persen suara dan mendapatkan 110 kursi dari total 145 kursi parlemen.

Baca juga : Buka Festival ASEAN, Dubes Fadjroel Kenalkan Budaya Indonesia Di Kazakhstan

Aibek Dadebay kemudian terpilih sebagai Ketua Kurultai melalui pemungutan suara rahasia. Sebanyak 144 dari 145 anggota parlemen memberikan dukungan terhadap pencalonannya.

Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai pertama Kazakhstan.

Sebelumnya, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengusulkan Dadebay sebagai calon Ketua Kurultai. Pencalonan tersebut mempertimbangkan pengalaman Dadebay sebagai pegawai negeri.

Fadjroel mengatakan pembentukan Kurultai sebagai lembaga legislatif satu kamar merupakan bagian dari implementasi konstitusi baru Kazakhstan yang diadopsi melalui referendum pada 15 Maret 2026.

 

Baca juga : Retno Marsudi Temui Presiden Kazakhstan, Perkuat Kerja Sama Air Dan Iklim

Presiden Tokayev dalam pidato pembukaan sidang perdana Kurultai menyatakan hasil pemilu menunjukkan dukungan rakyat terhadap reformasi besar-besaran yang berlangsung di Kazakhstan.

Tokayev juga menyebut pemilu berlangsung secara terbuka dan adil dengan standar penyelenggaraan yang tinggi. Sekitar 800 pengamat internasional turut memantau proses pemungutan suara, yang disebut sebagai jumlah tertinggi dalam sejarah parlemen Kazakhstan.

Fadjroel menilai proses tersebut menjadi babak baru bagi Kazakhstan sekaligus mendapat perhatian dari masyarakat internasional, termasuk Indonesia yang selama ini memiliki hubungan bilateral dengan negara tersebut.

Setelah Ketua Kurultai terpilih, proses politik Kazakhstan akan berlanjut dengan pemilihan Wakil Presiden dan Perdana Menteri.

Baca juga : ISI Bali Anugerahkan Penghargaan Internasional Kepada Dubes Fadjroel Rachman

"Kazakhstan memberikan pesan kepada dunia, bahwa demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip Konstitusi 2026," tegas Fadjroel.

Menurutnya, keberhasilan Kazakhstan menjalankan transisi demokrasi konstitusional dapat menjadi bagian dari perkembangan hubungan kedua negara. Indonesia dan Kazakhstan diketahui terus membangun hubungan kerja sama di berbagai bidang.

Fadjroel berharap perkembangan politik dan kelembagaan baru di Kazakhstan dapat semakin memperkuat hubungan persahabatan serta kerja sama antara Indonesia dan Kazakhstan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.