Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jembatan Emas RI–Eurasia Terbuka
Dubes Fadjroel: Dagang RI–Kazakhstan Dibidik 2 Miliar Dolar AS
Selasa, 30 Desember 2025 19:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia resmi membuka akses pasar Eurasia setelah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan M Fadjroel Rachman menyebut perjanjian tersebut sebagai “jembatan emas” yang membidik lonjakan perdagangan Indonesia–Kazakhstan hingga 2 miliar dolar AS dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Penandatanganan Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) digelar di St. Petersburg, Rusia, Minggu (21/12/2025).
Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikista M Fadjroel Rachman, menyebut perjanjian ini sebagai fondasi kuat untuk menggandakan nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU. Khusus dengan Kazakhstan, target perdagangan dibidik menembus 1,5–2 miliar dolar AS dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
“Ini jembatan emas Indonesia–Eurasia. Akses pasar terbuka lebar dan sangat strategis,” ujar Fadjroel, usai penandatanganan yang berlangsung dalam rangkaian KTT EAEU 2025, dikutip dari siaran pers, Selasa (30/12/2025).
Baca juga : Gelar Festival ASEAN, Dubes Fadjroel Bidik 1 Juta Wisatawan Kazakhstan
Penandatanganan FTA ini dihadiri lengkap lima pemimpin negara anggota EAEU: Rusia, Kazakhstan, Armenia, Belarus, dan Kyrgyzstan. Presiden Rusia Vladimir Putin turut hadir dalam perhelatan tersebut.
Indonesia diwakili Menteri Perdagangan Budi Santoso, didampingi Dubes Fadjroel Rachman dan Dubes Jose Tavares. Penandatanganan juga dihadiri Ketua Komisi Ekonomi Eurasia Bakytzhan Sagintayev serta para wakil perdana menteri negara anggota.
Fadjroel menegaskan, FTA Indonesia–EAEU selaras dengan visi Prabowo Subianto dalam Asta Cita, terutama membuka pasar-pasar super potensial demi ketahanan nasional dan pembangunan ekonomi Pancasila.
“Dalam setahun terakhir, kolaborasi lintas kementerian berjalan solid. Ini kerja gotong royong diplomasi ekonomi,” ujarnya.
Baca juga : Kejuaraan Voli Asia U-16, Garuda Muda Garang Kazakhstan Tumbang
Perjanjian FTA ini mencakup 15 bab dan memberikan preferential tariffs hingga 90,5 persen bagi produk Indonesia. Komoditas unggulan seperti minyak sawit, kopi, kakao, alas kaki, tekstil, perikanan, karet, furnitur, hingga elektronik diproyeksikan melonjak ke pasar Eurasia.
Sebaliknya, Indonesia juga membuka peluang impor dari Kazakhstan dan EAEU seperti pupuk, besi baja, minyak mentah, hingga mineral strategis.
Menurut Fadjroel, Kazakhstan memegang peran kunci. Dengan GDP per kapita sekitar 15.000 dolar AS dan populasi 20 juta jiwa, negara Asia Tengah itu menjadi pintu utama penetrasi pasar EAEU.
“Kami optimistis nilai dagang bisa melonjak, apalagi ditopang kemajuan logistik, direct flight, bebas visa, hingga kerja sama energi dan mineral,” kata Fadjroel.
Baca juga : Hubungan Perdagangan RI-China Capai 130 Miliar Dolar Amerika
Ia menyebut keterlibatan BUMN dan korporasi besar seperti KazMunayGas, Eurasian Resources Group, Pertamina, dan Mind ID sebagai akselerator kerja sama konkret.
KBRI Astana merekomendasikan pemerintah Indonesia segera menyusun peta jalan strategis, menekan biaya logistik, dan mempercepat harmonisasi tarif demi meningkatkan daya saing ekspor nasional.
“FTA ini hadiah terbaik jelang 2026. Gelombang baru perdagangan global. Jembatan emas Indonesia dan Eurasia,” pungkas Fadjroel, mengutip filsuf Kazakhstan Abai Kunanbayev: Persahabatan melahirkan kemakmuran bersama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya