Dark/Light Mode

Saling Usir Diplomat, Hubungan Jerman & Rusia Makin Panas

Rabu, 9 September 2026 07:20 WIB
Kantor Konsulat Jenderal Jerman di St. Petersburg, Rusia. (Foto: AP/Dmitri Lovetsky)
Kantor Konsulat Jenderal Jerman di St. Petersburg, Rusia. (Foto: AP/Dmitri Lovetsky)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan Rusia dan Jerman makin panas. Moskow tak tinggal diam setelah Berlin menutup dua kantor perwakilan Rusia di Jerman.

Pemerintah Rusia membalas dengan memerintahkan para diplomat Jerman angkat kaki dari Negeri Beruang Putih, Senin (7/9/2026). Moskow juga meminta Kantor Konsulat Jenderal Jerman di St. Petersburg ditutup.

Seluruh kegiatan di kantor konsulat tersebut diharapkan sudah selesai paling lambat 18 September 2026.

Moskow juga memerintahkan penutupan seluruh cabang Goethe-Institut milik Jerman di Rusia, pekan lalu. Para stafnya diperintahkan meninggalkan Rusia paling lambat Minggu (13/9/2026).

Baca juga : AfD Menang Banyak, Trump & Musk Happy

Keputusan itu merupakan tindakan balasan Moskow setelah Berlin memerintahkan penutupan dua kantor perwakilan diplomatik Rusia di Jerman.

Jerman mengambil langkah tersebut setelah menuduh Moskow berada di balik upaya serangan pesawat nirawak (drone) di Bandara Leipzig/Halle pada 5 Agustus 2026.

Bersamaan dengan tudingan tersebut, Jerman memerintahkan penutupan Konsulat Jenderal Rusia di Bonn, serta pusat kebudayaan Russian House di Berlin.

Presiden Rusia Vladimir Putin menepis tuduhan tersebut. Dia mengklaim, bukti-bukti yang digunakan Jerman telah direkayasa.

Baca juga : AfD, Partai Anti Islam Pro Israel Menguat Di Jerman

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui Telegram, Senin (7/9/2026), Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, Jerman telah memicu babak baru eskalasi dalam hubungan bilateral dan memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensinya.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengecam tuduhan Jerman terkait serangan drone tersebut. “Tuduhan ini menandai awal dari perang yang sesungguhnya,” ujar Lavrov dikutip Al Jazeera, Selasa (8/9/2026).

Lavrov mengatakan, penutupan lembaga-lembaga diplomatik Rusia oleh Berlin pekan lalu mengingatkannya pada peristiwa-peristiwa menjelang Perang Dunia II.

“Mereka (Jerman) ingin perang lagi. Rusia akan menanggapi langkah sesuai yang diambil Jerman,” tegas Lavrov.

Baca juga : Kedubes Rusia & Ukraina Di Jakarta Kasih Penjelasan

Penutupan Konsulat Jerman menandai titik terendah baru dalam hubungan diplomatik antara Moskow dan Berlin. Hubungan kedua negara telah memburuk sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 21 Februari 2022.

Jerman menjadi salah satu pendukung terkuat Ukraina di Eropa. Berlin telah mengalokasikan lebih dari 50 miliar dolar AS untuk bantuan sipil bagi Kiev dan hampir 67 miliar dolar AS untuk bantuan militer. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.