Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Polri Dinilai Jadi Pilar Pemerintahan Prabowo-Gibran Tangani Karhutla
- Saddil Ramdani Dipinjamkan Persib ke Persebaya
- Pramono Ingin Turunkan Hujan Di Jakarta Untuk Hilangkan Abu Vulkanik
- Ahli ITB Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau Bagi Kualitas Air Dan Tanah
- El Nino Dan Erupsi Gunung, Prabowo Salurkan Bantuan Beras Hingga Akhir Tahun
Cek Karhutla Ketapang, Menhut: Hotspot Turun, Jangan Lengah
Rabu, 9 September 2026 00:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kembali turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).
Meski jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Ketapang terus menurun, ia meminta seluruh pihak tidak lengah dan segera menuntaskan titik api yang masih tersisa.
Peninjauan dilakukan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (8/9/2026).
Menhut Raja Juli mengatakan, berdasarkan data per malam sebelumnya, Senin (7/9), jumlah hotspot di Ketapang tersisa 13 titik.
Baca juga : Penegakan Hukum Karhutla, Menhut Segel Lokasi di Lapangan
Penurunan tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta pihak terkait lainnya.
“Sekali lagi dari data yang ada per malam tadi, hotspot di Ketapang, berkat kerja sama semua pihak, Pak Bupati, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Masyarakat Peduli Api, dan seterusnya, angkanya terus turun, tinggal 13 hotspot,” ujar Raja Juli.
Namun, ia mengingatkan penurunan jumlah hotspot tidak boleh membuat penanganan karhutla dianggap selesai.
Sebaliknya, sisa titik panas tersebut harus segera dikejar dan dipadamkan agar tidak kembali berkembang.
Baca juga : DPR Dorong Penanganan Terpadu Karhutla dan Kebencanaan Lintas Kementerian
“Tetapi jangan sampai penurunan angka hotspot ini membuat kita justru menganggap kerjaan sudah selesai. Membuat kita menjadi berleha-leha,” tegasnya.
“Justru momentum mumpung 13, semua harus mengejar ya titik-titik apinya dan diselesaikan, dipadam, dipadamkan,” lanjut Raja Juli.
Ia menjelaskan, penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri.
Api yang terlihat di permukaan belum tentu benar-benar padam karena bara dapat masih bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala ketika tertiup angin.
Baca juga : 8 Fakta Karhutla Terkini: Hotspot Turun 288 Titik, Sumsel Tertinggi
“Tadi teman-teman lihat sendiri kan, di gambut itu memadamkan api beda dengan di mineral. Bisa jadi di atas sudah tidak terlihat sama sekali ada api, tapi kadang-kadang masih berasap. Karena tidak ada asap tapi di bawahnya masih berpotensi untuk hidup kembali ketika ada angin, dan sebagainya,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya