Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
- US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Bertahun-tahun Nggak Pernah Akur, Aljazair-UEA Putus Hubungan Diplomatik
Sabtu, 12 September 2026 07:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) setelah ketegangan antara kedua negara berlangsung selama bertahun-tahun.
Selain memutus hubungan diplomatik, Aljazair juga menutup wilayah udaranya bagi seluruh pesawat sipil dan militer yang terdaftar di UEA.
Dalam pernyataannya, Aljazair menuduh negara Teluk tersebut melakukan “tindakan provokatif dan bermusuhan”. Namun, belum diketahui jelas peristiwa atau tindakan spesifik yang menjadi pemicu utama keputusan tersebut.
Dilansir AFP, Jumat (11/9/2026), Kementerian Pertahanan Aljazair mengatakan, larangan penggunaan wilayah udara itu mulai berlaku pada Jumat (11/9/2026). Namun, terdapat pengecualian bagi penerbangan komersial dari dan menuju Bandara Aljir, Ibu Kota Aljazair. Penerbangan tersebut tetap diizinkan hingga akhir 2026.
Baca juga : Dubes Judha Nugraha Jajaki Kemitraan Ekspor Kopi
Hubungan Aljazair dan UEA telah mengalami ketegangan selama beberapa tahun terakhir.
Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune sebelumnya beberapa kali menyebut UEA sebagai “negara mikro” atau “negara kecil” yang berupaya menggoyahkan sejumlah negara di kawasan, termasuk Libya, Mali dan Sudan.
Aljazair bahkan telah memberikan sinyal selama berbulan-bulan mengenai kemungkinan pemutusan hubungan diplomatik dengan UEA.
Pemerintah Aljazair mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah seluruh upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral telah dilakukan.
Baca juga : Kemenhaj Serahkan Bantuan UEA kepada Jemaah Jombang
Kementerian Luar Negeri UEA merespons keputusan Aljazair tersebut. UEA berharap, pemutusan hubungan diplomatik itu hanya bersifat sementara, sehingga hubungan “persaudaraan” antara kedua negara masih dapat dipertahankan.
Kementerian Luar Negeri Aljazair mengatakan, pihaknya telah beberapa kali memperingatkan Pemerintah UEA. Namun, UEA tetap melanjutkan tindakan yang dipermasalahkan hingga mencapai titik yang dianggap tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi.
“Aljazair tidak menyia-nyiakan upaya untuk menarik perhatian pihak UEA dan memperingatkan mereka terhadap konsekuensi buruk yang dapat timbul dari perilaku mereka yang disesalkan dan tidak dapat dibenarkan,” begitu keterangan Kementerian Luar Negeri Aljazair.
Ketegangan kedua negara sebelumnya juga pernah disampaikan secara terbuka oleh Presiden Tebboune.
Baca juga : Bukber & Salat Berjamaah, Prabowo-MBZ Makin Lengket
Dalam wawancara televisi pada Juli lalu, Tebboune kembali melontarkan kritik keras terhadap Abu Dhabi. “Di mana pun mereka menginjakkan kaki, darah mengalir,” kata Tebboune.
“Kami ingin mereka menjauh agar darah tidak mengalir di negara kami,” cetusnya.
Keputusan terbaru Aljazair tersebut menandai babak baru dalam hubungan kedua negara yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik dan perbedaan pandangan mengenai berbagai konflik di kawasan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya