Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Terbaru, Houthi menyerang tiga kota di Arab Saudi pada Rabu (9/9/2026). Ketiganya yakni Khamis Mushait, Abha, dan Jazan. Juru bicara pasukan gabungan koalisi yang dipimpin Saudi, Turki Al Maliki, mengatakan Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone.
Sedikitnya 73 warga sipil terluka akibat serangan tersebut.
Sejumlah fasilitas strategis menjadi sasaran. Di antaranya Bandara Internasional Abha, Pangkalan Udara King Khalid, serta fasilitas pengolahan minyak milik Saudi Aramco di Abha dan Jizan. Serangan terhadap fasilitas energi tersebut dilaporkan memicu kebakaran di sejumlah lokasi dan menyebabkan sebagian kegiatan operasional dihentikan sementara.
"Pasukan koalisi akan menghadapi para penyerang secara bertanggung jawab," ujar Turki Al Maliki dikutip Anadolu, Kamis (10/9/2026).
Baca juga : Tuntaskan Kasus Gratifikasi, KPK Geledah Rumah 3 Wakil Rektor Unsoed
Di kawasan Laut Merah, konflik juga kian meluas. Houthi dilaporkan berupaya merebut sejumlah wilayah strategis yang berada di bawah kendali Pemerintah Yaman, terutama di pesisir Laut Merah dan kawasan Selat Bab al-Mandab.
Kelompok tersebut juga menyerang kapal tanker minyak milik Saudi yang melintas di perairan Laut Merah. Houthi menyatakan serangan terhadap wilayah Saudi merupakan tindakan balasan atas serangan udara koalisi terhadap sebuah kompleks penjara di Al-Hazm, Provinsi Jawf, Yaman utara.
Serangan udara tersebut diklaim menewaskan 11 orang. Sebanyak 20 narapidana lainnya disebut masih tertimbun reruntuhan.
Di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis, Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdulaziz Alwasil memperingatkan bahwa kerajaan Saudi akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan menyusul serangan Houthi.
Baca juga : Pemilihan Ketum PBNU Lebih Sejuk & Bermartabat
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi mengatakan, eskalasi terbaru di Timur Tengah tidak terlepas dari serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah kota di Saudi. "Tentu serangan yang dilakukan oleh kelompok milisi terorisme Houthi yang menargetkan sejumlah kota-kota yang ada di Arab Saudi," kata Faisal di Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Jumat (11/9/2026).
Faisal juga menanggapi kerja sama antara kelompok Houthi di Yaman dan Al Shabaab, kelompok bersenjata yang berbasis di Somalia. Menurutnya, hubungan kedua kelompok tersebut berpotensi berdampak terhadap keamanan perairan.
"Dan sekali lagi aliansi ini berdampak pada stabilitas regional, dan berdampak sangat terasa kepada komunitas internasional," ujarnya.
Faisal menyerukan komunitas internasional mencermati perkembangan terbaru tersebut. Sebab, serangan Houthi dinilai berpotensi menyeret lebih banyak pihak ke dalam konflik.
Baca juga : Bantah Kabar Hubungannya Retak, Farhan Masih Kasih Tugas Ke Wakilnya
Dia menegaskan Saudi memiliki hak mempertahankan wilayah dan kedaulatannya dari serangan Houthi maupun kelompok lainnya. "Kami memiliki hak sah dan legitimasi sesuai hukum internasional dan konvensi PBB," tegasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya