Dark/Light Mode

Menyaksikan Puncak Latma Wirra Jaya Ausindo 2026 Di Semarang

TNI AD Dan Australian Army Gelar Simulasi Penyelamatan Dramatis

Senin, 12 Oktober 2026 07:20 WIB
TNI AD dan Australian Army, menggelar Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya Ausindo 2026 di Lapangan Tembak Tembalang, Kodam IV Diponegoro, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka)
TNI AD dan Australian Army, menggelar Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya Ausindo 2026 di Lapangan Tembak Tembalang, Kodam IV Diponegoro, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026). (Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rentetan tembakan amunisi tajam memecah keheningan Lapangan Tembak Tembalang yang dikelola Kodam IV Diponegoro, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026). Suara letupan laras panjang milik prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dan Australian Army saling mengisi, mengarah tepat ke barisan sasaran yang mensimulasikan markas musuh.

Di udara, dengung drone pengintai menyisir area pertempuran. Drone mengirimkan koordinat musuh secara real-time. Skenario semakin menegangkan ketika sebuah kelompok musuh berhasil dilumpuhkan.

Namun, tak berselang lama, teriakan “Casualty!” menggema di tengah asap merah muda. Seorang prajurit mensimulasikan tertembak di kaki. Dalam hitungan detik, tim medis bergerak cepat melakukan prosedur Tactical Combat Casualty Care (TCCC).

Teknik ini menghentikan pendarahan berat sebelum sebuah helikopter evakuasi medis (Medevac) mendarat darurat di tengah debu yang membumbung tinggi. Helikopter akhirnya menerbangkan korban menuju fasilitas medis terdekat.

Aksi dramatis tersebut bukanlah pertempuran sebenarnya. Melainkan, puncak simulasi patroli tempur dalam Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya Ausindo 2026. Simulasi ini menjadi puncak dari latihan yang telah berlangsung dari 18 September hingga 9 Oktober 2026 tersebut.

Baca juga : Nyerah Lawan ARMY, Pramono Pasrah BTS Pilih Gelar Konser di GBK Dibanding JIS

Atase Militer Australia untuk Indonesia Kolonel David Gandy mengatakan, latihan tahunan antara TNI AD dan Australian Army ini telah berevolusi signifikan. Dari sekadar latihan rutin tingkat kompi, menjadi ajang penyelarasan doktrin dan teknologi militer modern antara Indonesia dan Australia.

“Persahabatan yang kita bangun di sini menjadi elemen kunci dalam menjaga ikatan yang kuat antara kedua angkatan bersenjata. Prajurit yang ada di sini adalah simbol dari eratnya hubungan kedua negara,” ungkap David Gandy.

TNI AD menerjunkan sebanyak 125 prajurit TNI AD dari empat Kodam, yakni Kodam Jaya, Siliwangi, Diponegoro dan Brawijaya. Para prajurit TNI melebur bersama 75 personel Australian Army dari Batalyon 5/7 Royal Australian Regiment (5/7 RAR) selama tiga pekan di Semarang.

Asops Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Mahmud menegaskan, keberhasilan latihan ini tidak hanya diukur dari tercapainya sasaran taktis di lapangan. Latihan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama pertahanan dengan prinsip mutual trust, mutual respect, dan mutual benefit.

“Selesainya latihan ini bukan berarti berakhirnya kerja sama dan persahabatan yang telah kita bangun bersama,” kata Mahmud.

Adaptasi Doktrin dan Teknologi Modern

Baca juga : PLN UPP Jawa Bagian Barat 1 Gelar Simulasi Perkuat Sistem Kesiapsiagaan Bencana

Di balik aksi taktis di lapangan, pertempuran modern menuntut penyesuaian yang fleksibel. Latihan tahun ini memfokuskan pada pengoperasian Unmanned Aerial Systems (UAS/drone) dan taktik penangkalnya (counter-UAS), mengadopsi dinamika medan tempur terkini.

“Pengalaman di medan tempur modern membuat penggunaan drone menjadi sangat krusial,” ujar Komandan Kontingen Australia Major Jarrad Dekuyer.

Bagi prajurit TNI AD, integrasi taktik ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan teknis perorangan hingga kelompok. Perwakilan peserta latihan dari Yonif 500/Sikatan, Lettu Inf Rangga menjelaskan, perbedaan doktrin antara kedua negara justru menjadi ruang untuk saling melengkapi.

“Di sini kami belajar dan berlatih bersama. Mulai dari materi drone, medis TCCC, menembak reaksi cepat, hingga bela diri taktis ACP (Army Combative Program). Fokusnya pada penyesuaian doktrin dan efektivitas pertempuran tim. Dalam doktrin militer, kami tidak pernah bertempur sendirian,” ungkap Lettu Inf Rangga.

Bagi para prajurit di lapangan, Latma Wirra Jaya Ausindo bukan sekadar tentang mengokang senjata atau menyusun strategi serangan. Latihan gabungan ini juga membangun rasa saling percaya (mutual trust) dan persahabatan yang melintasi batas negara.

Baca juga : Perkuat K3 & Keamanan, PLN UIP Jawa Bagian Barat Gelar Simulasi Tanggap Darurat

Pengalaman mendalam ini dirasakan langsung oleh Private Peterson. Prajurit muda berusia 21 tahun dari Batalyon 5/7 RAR itu baru pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia dan kagum dengan masyarakatnya.

“Budaya di sini luar biasa. Selain menembak amunisi tajam, kami belajar taktik perang hutan dari TNI AD. Persahabatan yang terbentuk di sini sungguh pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” kata Peterson.

Latihan ditutup upacara yang berlangsung di Pangkalan Batalyon Raider 400/Banteng pada sore hari. Para prajurit kedua negara telah meletakkan senjata mereka.

Di balik balutan seragam yang basah oleh keringat, jabat tangan erat dan gelak tawa hangat menjadi penutup sempurna latihan tersebut. Hal ini menandakan kedua negara tetangga ini siap berdiri bahu membahu menghadapi tantangan masa depan di Indo-Pasifik. [LDU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.