Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diserukan Ribuan Warga Israel
Yahudi-Arab Bersatu Gulingkan Netanyahu
Senin, 2 November 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan orang menggelar unjuk rasa di Tel Aviv untuk mendesak kubu oposisi Israel mencapai kesepakatan dengan partai-partai Arab membentuk Pemerintahan guna menggulingkan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.
Aksi protes tersebut digelar di tengah sinyal dari banyak anggota blok politik yang dikomandoi Partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot tidak mau berkoalisi dengan dua partai utama yang dipimpin oleh warga Arab di Israel, yaitu Joint List dan United Arab List, yang bersama-sama meraih 19 kursi dalam Pemilu.
Para pengunjuk rasa di Alun-Alun Habima, Tel Aviv, pada Sabtu (31/10/2026) malam, meneriakkan slogan-slogan. “Melalui kemitraan dan kesetaraan, kami akan menggulingkan Pemerintah” dan “Rakyat mendukung kalian. Bentuklah Pemerintahan sekarang.” Mereka kemudian berbaris menuju Alun-Alun Rabin.
Ratusan orang juga berkumpul di Paris Square di Yerusalem dan di luar auditorium Haifa. Sementara puluhan orang lainnya melakukan aksi protes di Pusat Seni Pertunjukan di Be’er Sheva.
Aksi unjuk rasa lainnya digelar di kawasan yang dikenal sebagai “segitiga”, di antara kota Arab Tira dan Taibeh.
Baca juga : Angbeen Rishi, Nyaris Operasi Potong Rahang
Para demonstran menilai, koalisi tersebut merupakan kesempatan terakhir untuk perubahan nyata. Mereka juga menyebut Netanyahu, PM yang paling lama menjabat dalam sejarah Israel, sebagai manipulator ulung.
“Banyak orang benar-benar menginginkan pemungutan suara untuk perubahan ini berhasil. Mereka percaya Gadi Eisenkot dan para pemimpin lainnya dari partai-partai Yahudi-Israel perlu mendengarkan suara mereka,” kata koresponden Al Jazeera, Nour Odeh, dari Ramallah pada Sabtu.
Blok Netanyahu memperoleh 53 kursi dalam Pemilu Legislatif, Selasa (27/10/2026). Sedangkan blok Eisenkot memperoleh 48 kursi. Artinya, tidak satu pun dari kedua kubu tersebut yang dapat membentuk Pemerintahan sendiri di parlemen Israel (Knesset) yang memiliki 120 kursi. Dengan menggandeng partai Arab, seharusnya kondisi deadlock dapat diakhiri.
Jika Eisenkot bersedia berkoalisi dengan kelompok Arab, maka akan memberinya mayoritas yang cukup kuat, yakni 67 kursi.
Kendati menawarkan peluang kemenangan matematis, gagasan merangkul partai Arab menuai resistensi di internal oposisi. Gadi Eisenkot, mantan kepala militer yang memiliki pandangan garis keras seputar keamanan nasional dan Gaza, menetapkan syarat ketat bagi calon mitra koalisinya.
Baca juga : Hujan Datang, Waspadai Banjir
Eisenkot bersikeras hanya akan membentuk Pemerintahan Zionis yang mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Sekaligus mengategorikan Hamas sebagai organisasi teroris, syarat yang selama ini sulit diterima sepenuhnya oleh pemimpin Arab.
Meski menyatakan tidak menginginkan Pemerintahan yang bergantung pada daftar partai Arab, Eisenkot tidak secara eksplisit menolak dukungan eksternal dari mereka.
Yair Golan, Pemimpin partai sayap kiri Democrats, antusias mendukung gagasan Pemerintahan yang didukung oleh partai-partai Arab, dengan menyatakan bahwa mengecualikan mereka adalah tindakan rasis.
Sementara, perpecahan juga tampak di kubu oposisi kanan. Avigdor Liberman, Pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, secara tegas menolak bergabung dalam Pemerintahan yang bergantung pada dukungan partai Arab. Sebaliknya, suara dukungan datang dari tokoh sayap kiri Yair Golan yang menilai pengecualian terhadap partai Arab merupakan tindakan diskriminatif.
Kubu pendukung Netanyahu tidak tinggal diam. Aksi tandingan digelar untuk mengecam wacana koalisi tersebut. Netanyahu juga melancarkan serangan retorika keras dengan menuding pihak lawan melakukan kecurangan Pemilu, serta menyebut kolaborasi dengan partai Arab sebagai sebuah “bencana bagi Israel”.
Baca juga : Ekonomi 2026 Lebih Baik dari Era Covid & Krisis 1998
Di tengah ketegangan ini, Presiden Israel Isaac Herzog dijadwalkan segera memberikan mandat pembentukan Pemerintahan dalam batas waktu 28 hari, di tengah bayang-bayang potensi eskalasi militer baru terkait isu Iran. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 2 November 2026 dengan judul "Diserukan Ribuan Warga Israel Yahudi-Arab Bersatu Gulingkan Netanyahu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya