Dark/Light Mode

Anwar Tak Setuju UMNO Bayar Denda Najib: Nilai Apa Yang Kita Ajarkan?

Jumat, 6 November 2026 19:14 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: IG @anwaribrahim_my)
PM Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: IG @anwaribrahim_my)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim tidak setuju dengan keputusan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) melunasi denda sebesar 50 juta ringgit (Rp 222,83 miliar) untuk mantan PM Najib Razak (73). Pembayaran denda tersebut menjadi salah satu syarat yang memungkinkan Najib menjalani sisa hukumannya melalui tahanan rumah hingga 23 Agustus 2028.

Anwar menegaskan, tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan tidak boleh dianggap remeh hanya atas nama persahabatan.

Baca juga : Najib Razak Tinggalkan Penjara Setelah UMNO Bayar Denda Rp 222,83 Miliar

"Secara pribadi, saya tidak setuju. Meskipun kami bersahabat dengan Najib, hal itu tidak boleh menimbulkan kesan di tengah masyarakat bahwa kasus korupsi yang melibatkan dana miliaran ringgit dapat begitu saja diabaikan," kata Anwar kepada wartawan setelah menunaikan shalat Jumat di Masjid Taman Kosas, seperti dilansir Bernama, Jumat (6/11/2026).

"Nilai-nilai apa yang sedang kita ajarkan kepada anak-anak kita? Kita harus menjunjung tinggi prinsip moral yang tegas, yang menolak penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi," lanjutnya.

Baca juga : Karhutla Kembali Membara, Malaysia Ngomel-ngomel

Meski begitu, Anwar mengakui bahwa keputusan pembayaran tersebut merupakan hak UMNO. Pemerintah, menurutnya, menghormati proses hukum serta keputusan Yang Dipertuan Agong Malaysia, Sultan Ibrahim, yang memberikan pengampunan bersyarat kepada Najib pada 18 September 2026. Salah satu syaratnya adalah pembayaran denda senilai 50 juta ringgit.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal UMNO Asyraf Wajdi Dusuki mengatakan, partainya telah menyelesaikan seluruh prosedur pembayaran di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada Jumat (6/11/2026) pagi.

Baca juga : Istri Mahathir Mohamad Meninggal, PM Anwar Ibrahim: Malaysia Sangat Kehilangan

UMNO juga mengumumkan penutupan rekening khusus Dana Solidaritas Najib Razak setelah jumlah sumbangan masyarakat mencapai target yang dibutuhkan. Penggalangan dana yang diluncurkan pada 18 September 2026 itu ditujukan untuk membantu mantan perdana menteri sekaligus Presiden UMNO tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.