Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hari Internasional Al-Quds, Jawaban Umat Muslim Terhadap Pendudukan dan Penindasan
Kamis, 21 Mei 2020 21:15 WIB
Sebelumnya
Zionis Israel kini memanfaatkan perkembangan di kawasan dan melancarkan sejumlah tuduhan tak berdasar kepada Republik Islam Iran, organisasi Hizbullah Lebanon sebagai lembaga yang sah menurut hukum dan berbagai gerakan resistensi masyarakat Palestina.
Serta dengan mempergunakan kondisi pandemi Covid-19 yang menyibukan seluruh negara dunia, Israel berusaha menganeksasi 30 persen dari wilayah Tepi Barat kepada wilayah kekuasaanya. Itu pun merupakan tanah yang mereka duduki.
Perkembangan ini membuktikan pentingnya Hari Internasional Al-Quds tahun ini. Seperti disampaikan oleh mendiang Ayatollah Khomeini ra, pendiri Republik Islam Iran, Hari Internasional Al-Quds adalah hari Islam, hari ketika Islam harus dihidupkan kembali.
Baca juga : Mbak Rerie: Ini Momentum Evaluasi Bagi Pemerintah
"Hari di mana kita harus memperingatkan semua negara adidaya, bahwa Islam tidak akan lagi berada di bawah kendali mereka melalui perbuatan jahatnya," tutur Mahdi.
Rencana Demokratis Republik Islam Iran untuk menyelesaikan masalah Palestina yang telah terdaftar di Sekretariat PBB adalah mengadakan referendum di Palestina.
Dalam hal ini, seluruh rakyat Palestina dari golongan dan kepercayaan apa pun dapat berpartisipasi, dan memilih masa depan negara mereka secara bebas serta mendapatkan manfaat yang sama dari hak-haknya.
Baca juga : Uchida: Walau Jadi Atlet, Pendidikan Tetap Paling Utama
Rencana Iran ini memiliki empat pasal utama. Pertama, seluruh pengungsi Palestina memiliki hak untuk kembali ke Tanah Air mereka. Kedua, seluruh masyarakat Palestina, penganut agama apa pun (Islam, Kristen, Yahudi) harus menentukan nasib, masa depan dan sistem politik negara mereka melalui proses referendum yang adil dan demoktaris.
Ketiga, berdirinya sistem politik pilihan mayoritas rakyat Palestina. Keempat, sistem politik pilihan mayoritas masyarakat Palestina akan memutuskan tentang nasib pihak-pihak pendatang ke wilayah Palestina.
Republik Islam Iran mengajak seluruh negara dunia, khususnya negara-negara Muslim untuk mendukung penuh resistensi dan perjuangan rakyat Palestina. Serta menolak prarkarsa palsu Kesepakatan Abad, dan membantu proses penyelesaian masalah Palestina secara adil dan demokratis.
Baca juga : 6 Mei, Jawa Barat Terapkan PSBB Serentak
"Kami percaya, suatu hari kita semua pasti akan menyaksikan pembebasan Al-Quds Al-Sharif sebagai kiblat pertama Muslim dunia, dari para perampas tanah Palestina Al-Quds Al-Sharif. Kami mengirim salam kepadamu dan menghormati ketekunanmu dalam menghadapi konspirasi Zionis. Kami menghargai perlawananmu," tutur Mahdi.
"Tetaplah tangguh, karena kebebasan dan kemerdekaanmu adalah pasti. Suatu hari, engkau akan kembali ke pelukan Islam. Salam bagimu wahai Al-Quds, tanah nubuat dan sumber cahaya, wahai tempat kenaikan manusia menuju kepada Allah Yang Maha Kuasa," tutupnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya