Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buka KTT Gavi, Inggris Galang Dana untuk Vaksin Murah

Kamis, 4 Juni 2020 17:04 WIB
Perdana Inggris Boris Johnson menghadiri Global Alliance Vaccine Summit secara virtual, Kamis (4/6). (Foto Reuters)
Perdana Inggris Boris Johnson menghadiri Global Alliance Vaccine Summit secara virtual, Kamis (4/6). (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Kamis (4/6) membuka Global Alliance for Vaccine Summit atau KTT Gavi yang diselenggarakan secara virtual. Event ini diadakan untuk menggalang dana demi penyediaan vaksin murah.

Dana tersebut tidak terbatas untuk menyediakan vaksin Covid-19 saja, tapi juga vaksin untuk penyakit lainnya. Acara yang dihadiri perwakilan lebih dari 50 negara dan organisasi sipil dan internasional diharapkan bisa mengumpulkan dana sebesar 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 105 triliun.

Rencananya, Gavi (Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi) akan menggunakan dana ini untuk mengimunisasi 300 juta anak sebelum tahun 2025. Penggalangan dana ini sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak dari penyakit mematikan seperti polio, difteri, dan campak, serta memastikan pemulihan global dari virus corona.

Berita Terkait : Demokrat Tepuk Dada

Pemberian imunisasi di negara-negara miskin juga akan memberikan dukungan kepada negara tersebut dalam menangani kasus virus Corona.

“Saya harap KTT ini dapat menjadi titik dimana seluruh dunia bersatu dalam pertarungan melawan penyakit ini. Inggris adalah donor tunggal terbesar dalam upaya internasional menemukan vaksin virus Corona," pernyataan Johnson.

"Kami juga tetap akan menjadi donor terbesar di dunia kepada Gavi dengan kontribusi sebesar 1,65 miliar poundsterling (Rp 29,3 triliun) selama lima tahun ke depan," sambungnya.

Berita Terkait : Corona Masih Ganas, Inggris dan Australia Nggak Jadi Gelar MotoGP

“Saya mengajak semua untuk bergabung dengan kami dalam memperkuat kerja sama ini dan membuka sebuah era baru untuk kerja sama dalam bidang kesehatan, yang saya percaya merupakan ujian terpenting bagi kita semua saat ini," tandasnya.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan, pihaknya sangat senang Indonesia dapat bergabung di KTT yang dimulai Kamis (4/6) sebagai bentuk dukungan untuk penyediaan vaksin yang terjangkau bagi semua.

"Pesan tersebut akan terlihat dari video Menteri Kesehatan Dr. Terawan Agus Putranto yang dapat disaksikan di seluruh penjuru dunia. Virus tidak peduli perbatasan. Oleh karena itu, empati, ambisi, dan imajinasi kita pun harus lintas perbatasan," ujar Jenkins dalam pernyataan resminya, Kamis (4/6).

Berita Terkait : Soal Aturan Jaga Jarak, Inggris Lebih Hancur Dari Indonesia

"Hari ini merupakan salah satu pencapaian kita bersama dalam penyusunan sebuah respon global. Pengalaman Gavi dalam menyalurkan vaksin ke pelosok dunia akan sangat penting saat kita melangkah ke depan," lanjutnya.

Inggrisdan Indonesia, menurut Jenkins, telah bekerja sama dalam lebih dari seratus proyek riset ilmiah melalui Newton Fund. Posisi Inggris dalam tatanan ilmu pengetahuan global, dan melalui 21 proyek yang dijalankannya untuk mengatasi Covid-19, menjadikan Inggris mitra yang tepat untuk kerja sama ini. [DAY]