Dark/Light Mode

Wawancara Eksklusif Rakyat Merdeka Dengan RDIF

Rusia Siap Produksi Vaksin di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2020 07:24 WIB
Kepala Eksekutif Russian Direct Investment Fund (RDIF), pengelola pendanaan pengembangan vaksin Covid-19, Sputnik V, Kirill A. Dmitriev, saat bertemu Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. [Foto: RDIF Twitter]
Kepala Eksekutif Russian Direct Investment Fund (RDIF), pengelola pendanaan pengembangan vaksin Covid-19, Sputnik V, Kirill A. Dmitriev, saat bertemu Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. [Foto: RDIF Twitter]

 Sebelumnya 
“Tentu, bila kami sudah menemukan mitra yang cocok dan mampu,” jelas penerima anugerah “King Abdulaziz Second-Class Order of Merit” atas jasanya memperkuat kerja sama antara Arab Saudi dengan Federasi Rusia ini --atas perintah langsung dari Raja Salman.

Sejauh ini, ungkapnya, sudah ada perusahaan Indonesia yang tertarik dengan vaksin Sputnik V. Bahkan sudah ada pembicaraan, meski Dmitriev mengaku tak bisa menyebutkan identitas perusahaan tersebut.

Baca juga : Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Rusia Tetap Khidmat dan Meriah

“Kami terbuka untuk bisa memproduksi vaksin kami di Indonesia. Kami sudah berdiskusi dengan beberapa mitra di Indonesia,” ungkapnya.

Yang jelas, terang Dmitriev, saat ini negaranya tetap menunggu sikap dan masukan-masukan pemerintah Indonesia. Komunikasi pun terus dijalin. Termasuk pihak Kedubes Rusia, menurutnya, juga sudah melakukan kontak dengan Kemenkes RI.

Baca juga : Pramono: Mari Melangkah Bersama Majukan Indonesia

“Rusia akan menyiapkan informasi vaksin ini. Bahkan tak hanya vaksin Sputnik, tapi juga vaksin-vaksin lainnya. Kami yakin, akan ada kemitraan ke depannya. Yang utama, ini menyangkut masalah kemanusiaan. Bukan semata hanya mengejar keuntungan,” tegas mantan bankir investasi di Goldman Sachs, New York dan konsultan di McKinsey & Company di Los Angeles, Moskow dan Praha ini.

Di saat yang sama, menurut Dmitriev, Rusia juga sudah menjalin kerja sama dengan India, Brazil dan beberapa negara lainnya, untuk bisa memproduksi vaksin di luar Rusia. [Bersambung]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.