Dark/Light Mode

Wawancara Eksklusif Rakyat Merdeka Dengan RDIF

Rusia Siap Produksi Vaksin di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2020 07:24 WIB
Kepala Eksekutif Russian Direct Investment Fund (RDIF), pengelola pendanaan pengembangan vaksin Covid-19, Sputnik V, Kirill A. Dmitriev, saat bertemu Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. [Foto: RDIF Twitter]
Kepala Eksekutif Russian Direct Investment Fund (RDIF), pengelola pendanaan pengembangan vaksin Covid-19, Sputnik V, Kirill A. Dmitriev, saat bertemu Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. [Foto: RDIF Twitter]

RM.id  Rakyat Merdeka - Rusia akhirnya mengumumkan sudah menyetujui regulasi vaksin Covid-19 pada Selasa (11/8/2020) lalu. Vaksin virus Corona itu diberinama Sputnik V. Bahkan, Presiden Rusia, Vladimir Putin langsung yang mengumumkan, Rusia menjadi negara pertama yang memberikan persetujuan regulasi ini.

Sebelumnya, pada 13 April, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah berbicara langsung via telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Pembicaraan dilanjutkan di tingkat menteri, dengan dilakukannya pertemuan virtual antara Kemenkes RI dan Kemenkes Rusia pada 5 Juli 2020.

Baca juga : Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Rusia Tetap Khidmat dan Meriah

Dalam wawancara eksklusif secara virtual dengan wartawan Rakyat Merdeka dan RMco.id Firsty Hestyarini, Muhammad Rusmadi, Diananda Rahmasari dan Paul Yoanda langsung dari Moskow, Rusia, Selasa (25/8) lalu, Kepala Eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia atau Russian Direct Investment Fund (RDIF), Kirill A. Dmitriev menekankan, Indonesia merupakan mitra kunci dan strategis bagi Rusia. Apalagi selama ini, hubungan Rusia-Indonesia selalu positif. RDIF adalah pihak yang mengelola pendanaan pengembangan vaksin Sputnik V.

Terkait penemuan vaksin ini, lanjutnya, sejumlah negara memang sudah bekerja sama dengan Rusia dalam melakukan uji klinis. Jumlah mereka yang diujicoba, bahkan mencapai 40 ribu orang. Mulai dari Rusia, Uni Emirat Arab, India, Brazil, Saudi Arabia hingga Filipina. Permintaan juga datang dari Meksiko, Venezuela, Belarus, Kazakhstan. Meski tak semua permintaan banyak negara menurutnya mampu dipenuhi.

Baca juga : Pramono: Mari Melangkah Bersama Majukan Indonesia

Sementara dengan Indonesia, jebolan Stanford University dan Harvard Business School, AS ini menyatakan, Rusia sudah berbagi informasi dan berusaha akan terus berbagi. Dengan vaksin yang dijadwalkan bakal produksi pada Desember-Janari mendatang, Rusia bahkan siap bila mesti memproduksi vaksin Sputnik V di Indonesia langsung.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.