Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lawan Covid-19, Biden Bikin Program 100 Hari Pakai Masker

Jumat, 4 Desember 2020 10:59 WIB
Presiden terpilih Joe Biden dalam jumpa pers di Teater Queen, di Wilmington Delaware, Amerika Serikat, Selasa (1/12/2020). (Foto AP/Andrew Harnik)
Presiden terpilih Joe Biden dalam jumpa pers di Teater Queen, di Wilmington Delaware, Amerika Serikat, Selasa (1/12/2020). (Foto AP/Andrew Harnik)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengajak warga Negara Paman Sam itu mengenakan masker. Usai dilantik pada 20 Januari 2021, ia akan meluncurkan program "100 Hari Pakai Masker". Biden berharap langkah tersebut dapat memotong rantai penularan Virus Corona di negara adidaya itu.

Dalam wawancara dengan media AS, CNN, Kamis (3/12), politikus Demokrat itu yakin, jika setiap orang Amerika mengenakan masker, jumlah kasus Covid-19 dapat berkurang signifikan. AS mencatat 14,2 juta kasus Covid-19 dengan angka kematian sekitar 275.000.

Berita Terkait : Gara-gara Corona, Program Satu Juta Rumah Tak Capai Target

"Hanya Seratuh hari, tidak selamanya," tegasnya. "Saya pikir kita akan melihat pengurangan signifikan jika kita melakukannya," tambahnya. Calon Presiden ke-46 AS itu juga mengatakan, ia akan memesan masker untuk dipakai di semua gedung pemerintah. 

Pakar Konstitusi mengatakan, Presiden AS tidak memiliki kewenangan hukum untuk memerintahkan warga untuk memakai masker. Namun Biden mengatakan, dalam wawancara, ia dan wakilnya, Kamala Harris akan memberi contoh dengan mengenakan masker.

Berita Terkait : Satgas Covid-19 Luncurkan Buku 3M Dalam 77 Bahasa Daerah

Untuk informasi, otoritas eksekutif presiden memang mencakup properti pemerintah. Biden bermaksud menggunakan wewenangnya tersebut. "Saya akan mengeluarkan perintah bahwa di gedung federal harus memakai masker," tegasnya.

"Transportasi lokal, transportasi antarnegara bagian juga harus mengenakan masker, pesawat, bus, dan sebagainya," ujarnya.

Berita Terkait : Positif Covid-19, Anies Banjir Doa Warganet

Maskapai penerbangan AS, bandara, dan sebagian besar sistem angkutan umum sudah mengharuskan  penumpang dan pekerja memakai penutup wajah. Sebelumnya, pemerintahan Donald Trump menolak seruan para ahli kesehatan agar menggunakan masker dalam transportasi. Alasannya, langkah itu dinilai terlalu membatasi. [DAY]