Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pesan Natal Di Tengah Pandemi Covid-19

Paus: Bantulah Orang Miskin

Jumat, 25 Desember 2020 06:31 WIB
Paus Fransiskus (Foto: Instagram)
Paus Fransiskus (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paus Fransiskus mengingatkan, setiap orang harus merasa berkewajiban membantu kaum yang membutuhkan, karena Yesus pun terlahir sebagai orang buangan yang miskin.

Hal ini disampaikan Paus, dalam pesan Misa Natal, Kamis (24/12).

Misa tahun ini digelar sederhana di bagian belakang Basilika Santo Petrus, dengan jumlah peserta tak sampai 100. Kardinal dan Uskup yang ikut pun hanya sedikit. Padahal biasanya, Misa Natal diadakan di bagian utama basilika, dan dihadiri hingga 10 ribu orang. Termasuk, korps diplomatik yang mewakili hampir 200 negara.

Berita Terkait : Di Tengah Pandemi, Ekspor Oleokimia Tembus 3,5 Juta Ton

Selama gelaran misa, setiap peserta mengenakan masker. Kecuali, Paus dan tim paduan suara yang jumlahnya tak banyak. Acaranya dimulai 2 jam lebih awal dari biasanya, sehingga sejumlah orang yang hadir bisa pulang sebelum jam 10, yang merupakan batas waktu jam malam.

"Anak Allah dilahirkan sebagai orang buangan, untuk memberi tahu kita bahwa setiap orang yang terbuang adalah anak Allah,” kata Paus dalam homilinya.

Paus menekankan, momen Natal harusnya bisa membuat semua orang merenungkan ketidakadilan, yang telah begitu banyak diperbuat terhadap saudara-saudara kita. Demi mengejar keinginan tak berujung untuk memiliki sesuatu, dan kesenangan sesaat.

Berita Terkait : Jokowi Tugaskan BGS Tangani Covid-19 Secepat-cepatnya

"Tuhan datang menghampiri kita dalam kemiskinan dan kebutuhan, untuk memberi tahu kita, bahwa melayani orang miskin adalah cara mencintai-Nya," kata paus berusia 84 tahun itu, yang merayakan Natal kedelapan dalam masa kepausannya.

Pada Jumat (25/12) ini, Paus akan membacakan pesan "Urbi et Orbi" (Ke Kota dan Dunia) dari aula di dalam Vatikan. Padahal biasanya, Paus menyampaikan pesan tersebut dari balkon pusat Lapangan Santo Petrus. Momen seperti itu biasanya menjadi magnet bagi puluhan ribu orang.

Lockdown mewarnai sebagian besar libur Natal dan Tahun Baru di Italia. Toko non-esensial tutup antara 24-27 Desember, 31 Desember - 31 Januari, serta 3 dan 5-6 Januari.

Berita Terkait : AP II Sediakan 7 Layanan Tes Covid Di Bandara Soetta

Saat ini, warga Italia hanya boleh melakukan perjalanan untuk kepentingan pekerjaan, kesehatan atau alasan darurat.

Pembatasan tersebut membuat orang tidak dapat pergi ke Lapangan Santo Petrus atau Basilika. Semua acara kepausan antara tanggal 24 Desember dan 6 Januari, berlangsung di dalam ruangan dengan sedikit atau tanpa partisipasi publik, dan disiarkan langsung melalui streaming internet dan televisi. [HES]