Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ikut Cegah Penularan Covid-19

Ormas Bantu Pemerintah Sentuh Masyarakat Bawah

Jumat, 18 Desember 2020 06:03 WIB
STAF Khusus Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin, Arif Rahman, saat berbicara di acara Focus Group Discussion  (FGD), Peran Ormas Memutus Mata Rantai Covid -19, yang disiarkan secara virtual oleh Rakyat Merdeka.
STAF Khusus Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin, Arif Rahman, saat berbicara di acara Focus Group Discussion (FGD), Peran Ormas Memutus Mata Rantai Covid -19, yang disiarkan secara virtual oleh Rakyat Merdeka.

RM.id  Rakyat Merdeka - Keberadaan organisasi kemasyarakatan alias ormas cukup berperan membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19.

Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Arif Rahman mengatakan, ormas apa pun dan dalam bidang apapun baik di pusat dan daerah bisa diberdayakan untuk membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19.

“Saat momen-momen situasi seperti ini, peran ormas sebenarnya sangat penting. Ormas adalah wadah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Sekarang tinggal bagaimana pemerintah membangun komunikasi yang baik dengan mereka,” kata Arif saat berbicara di acara Focus Group Discussion (FGD) ‘Peran Ormas Memutus Mata Rantai Covid -19’ yang disiarkan secara virtual oleh Rakyat Merdeka , kemarin.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan, ormas bisa mengisi ruang-ruang kosong yang tidak tersentuh oleh pemerintah, mengingat jaringan kepengurusannya hingga ke akar rumput.

Berita Terkait : Covid-19 Dan Interaksi Simbolik Masyarakat Beragama

Salah satu peran aktif ormas di masa pandemi, yakni ketika ormas menyalurkan bantuan sosial yang dikumpulkan secara mandiri dari jaringan pengurus di daerah, alias tidak bersumber dari dana pemerintah.

Aktivis 98 ini membeberkan, ormas yang kini menjadi tempatnya bernaung sering menggelar acara bagi-bagi bansos berupa sembako yang sumber dananya dikumpulkan dari pengurus di berbagai wilayah.

“Saat itu dari pengurus berhasil terkumpul kurang lebih 500 ribu paket sembako. Isinya beras 10 kilogram, ada Indomie dan sarden. Bukan yang seperti terjadi sekarang,” tambah Arif yang kini duduk di kursi Sekjen Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) ini.

Menurut Arif, kegiatan sosial itu dilakukan dengan mendata struktur PP di tingkat ranting, dan diberikan kepada masyarakat yang belum kebagian bantuan dari pemerintah. Selain itu, PP juga memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan di berbagai Puskesmas.

Ormas juga membantu pemerintah mensosialisasikan protokol kesehatan (prokes) 3M, yakni Memakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak, kepada masyarakat. Kegiatan itu dilakukan secara masif sampai ke tingkat bawah.

Berita Terkait : Doni: 16 Persen Masyarakat Masih Tak Percaya Corona

“Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada laporan pengurus Pemuda Pancasila yang kena Covid-19. Karena kita memang menginstruksikan teman-teman menjaga kesehatan dengan meminum vitamin dan olahraga. Kita perintahkan mereka bergerak,” ujarnya.

PP, kata Arif, juga menggalang sejumlah bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Melalui penggalangan bantuan dan tersebut, PP berhasil menyalurkan bantuan berupa buku, alat tulis dan mainan buat anak-anak.

“Anak-anak juga terkena dampak Covid-19. Karena itu, kita memberikan buku tulis, buku gambar, mainan-mainan itu ke anak-anak sampai di tingkat bawah,” ujarnya.

Dengan alasan itu, dia mengajak ormas-ormas lain untuk terus bergerak membantu pemerintah mengisi ruang-ruang kosong yang belum tersentuh di masa pandemi ini.

Satu hal yang dapat juga dilakukan ormas-ormas, menurut dia, adalah menguatkan pondasi ekonomi masyarakat yang terpukul selama pandemi.

Berita Terkait : Di Tengah Pandemi Covid-19, Pertamina Sumbang 422 Kantong Darah

PP bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bergerak ke beberapa daerah mendorong pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat.

Salah satunya, kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk budidaya udang di Kalimantan Timur.

“Tujuan kami harus terus bergerak di masa pandemi, pertama, kami punya nilai ibadah. Kedua, kami bisa terus memberikan semangat kepada masyarakat, agar mereka tidak dihantui oleh Covid -19,” akunya.

Dengan bergerak ke masyara kat, kata Arif, semua bisa tercerahkan dengan memberikan kesibukan pada masyarakat, bagaimana membangun kekuatan ekonomi di tingkat bawah. [DIR]