Dark/Light Mode

Wartawan Israel Tuding Teror Mossad Di Iran Dibantu AS

Selasa, 29 Desember 2020 01:09 WIB
Yoav Limor [Foto: Pars Today]
Yoav Limor [Foto: Pars Today]

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi sabotase dinas intelijen Mossad di Iran dibantu Amerika Serikat. Pernyataan ini diungkap seorang jurnalis yang juga pengamat militer Israel Yoav Limor.

Dikutip Pars Today dari stasiun televisi Al-Alam Senin (28/12/2020) waktu setempat, Limor merilis pernyataan yang mengakui keterlibatan Mossad dalam aksi sabotase dan teror di Iran, termasuk serangan teror yang menewaskan ilmuan nuklir Iran, Dr Mohsen Fakhrizadeh.

Limor menegaskan, ada perubahan strategi yang dipakai Mossad selama satu dekade terakhir pasca teror terhadap Mahmoud Al Mabhouh, Kepala Divisi Logistik dan Pengadaan Senjata, Brigade Ezzedine Al Qassam, sayap militer Hamas, di Dubai.

Berita Terkait : Kendaraan Patroli Militer Israel Dihantam Bom

Menurutnya, Mossad memutuskan menurunkan risiko para petugas utama operasi mereka dengan menggunakan orang bayaran.

Pakar militer Israel tersebut mengakui, operasi semacam ini tidak mungkin dilakukan Mossad tanpa dukungan Amerika, terutama pemerintahan Presiden Donald Trump. Juga peran Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo sangat determinan dalam melancarkan proyek besar ini.

Limor adalah koresponden militer veteran, yang telah meliput konflik Timur Tengah selama lebih dari 30 tahun.

Berita Terkait : Israel Tak Layak Dimesrai

Dia memulai karirnya di majalah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan kemudian di surat kabar harian Maariv, di mana dia bekerja sebagai koresponden senior yang meliput Eropa.

Selama tiga dekade dalam jurnalisme, Limor meliput mulai dari konflik Israel-Palestina hingga penarikan pasukan dari Lebanon tahun 2000, serangan teror di Israel dan luar negeri, isolasi Gaza oleh Israel, pembunuhan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin, perang Lebanon dan Israel serta berbagai operasi di Gaza.

Saat ini, Limor adalah pembawa acara media pertahanan i24NEWS Strictly Security, koresponden pertahanan untuk surat kabar harian Israel, Hayom dan pembawa acara acara pagi di Israel's channel 12.

Baca Juga : Bentrok Lawan Pasukan Turki, 15 Milisi Kurdi Tewas

Sebelumnya, jurnalis Israel lainnya, Yossi Milliman mengatakan, Mossad melancarkan teror terhadap ilmuwan nuklir Iran, Dr. Mohsen Fakhrizadeh sesuai rencana yang disusun sebelumnya. [RSM]