Dark/Light Mode

KKP Kembangkan Riset Pendingin Mini Ikan Untuk Nelayan

Jumat, 25 Desember 2020 12:40 WIB
Gedung KKP. (Foto: ist)
Gedung KKP. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan riset terkait teknologi Mini Chilling Storage (MCS) atau pendingin mini di atas kapal nelayan. Ini untuk meringankan nelayan tanpa bawa balok es ke kapalnya untuk mengawetkan ikan.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja mengatakan, terus berkomitmen untuk melaksanakan pemanfaatan data dan informasi hasil riset melalui penghiliran data dan informasi riset yang tepat sasaran. “Dan merangkum respon balik dan memberikan nilai tambah bagi arah penggunaan yang terpadu, agar dapat dimanfaatkan pemangku kepentingan,” ujarnya Jumat (25/12).

Baca juga : KPU Kalsel Siap Ladeni Gugatan Denny Indrayana

Menurut dia, ikan merupakan salah satu bahan pangan yang penting bagi manusia karena kandungan gizinya yang tinggi. Namun, sebagaimana produk hayati lainnya, ikan merupakan bahan pangan yang cepat mengalami kerusakan.

Padahal, lanjutnya, suhu merupakan faktor penting yang dapat mempercepat proses kerusakan, serta menurunkan mutu dan kesegaran ikan sehingga setelah ditangkap, mutu dan kesegaran ikan dapat dipertahankan jika ditangani dengan hati-hati, cepat, bersih dan disimpan pada suhu rendah.

Baca juga : Menristek Dorong Hasil Riset Dan Inovasi Dibumikan Untuk Ekonomi Nasional

"Salah satu upaya penanganan pascapanen suhu rendah yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pembekuan," katanya.

Keunggulan teknologi MCS antara lain adalah suhu penanganan ikan lebih optimal, pendinginan lebih merata pada permukaan ikan, tekanan fisik pada ikan berkurang, muatan ikan pada palka lebih banyak karena tidak perlu tempat untuk es balokz sementara dari sisi beban muatan terhadap kapal, mengangkut teknologi MCS lebih ringan dibandingkan membawa es balok dari darat.

Baca juga : Jelang Pengumuman AJV-Tjie, Milenial Unjuk Karya

Kepala Pusat Riset Perikanan, Yayan Hikmayani, menyampaikan bahwa teknologi penyimpanan ikan di atas kapal ini telah sampai pada tahapan uji kinerja skala terbatas di kapal nelayan kota Pekalongan (mewakili karakteristik pantai utara Jawa).

Tahap ini, masih menurut dia, dilaksakanan setelah melalui tahapan desain, rancang bangun dan pengujian baik di laboratorium maupun kapal nelayan di Sadeng Gunungkidul (mewakili karakteristik pantai selatan Jawa). [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.