Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Taliban memperingatkan Amerika Serikat, jika negara itu tidak menarik pasukannya dari Afghanistan hingga Mei 2021, sesuai kesepakatan Qatar, maka mereka akan melancarkan "Perang Besar" dan "Meningkatkan Bahaya Konfrontasi".
Dikutip dari Pars Today, The Kashmir Walla (5/2/2021), Taliban di situs Al Emarah menulis ancaman ini dengan judul besar "Apa yang akan terjadi jika waktu penarikan agresor diperpanjang".
Baca juga : Jet Tempur Israel Lancarkan Serangan Ke Gaza
Dalam pesannya, Taliban mengancam, jika kesepakatan Doha dibatalkan, maka hal itu akan menciptakan sebuah perang besar yang harus dipertanggung jawabkan langsung oleh Amerika.
Taliban juga menyinggung laporan Tim Studi Afghanistan (Afghanistan Study Group) di Kongres Amerika yang menyarankan agar pemerintah Joe Biden menunda waktu penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan.
Baca juga : Prancis Laporkan Kasus Pertama Varian Baru Covid-19
Sesuai kesepakatan Amerika dan Taliban pada 29 Februari 2020 di Qatar, pasukan Amerika harus keluar dari Afghanistan, namun sampai sekarang hal itu belum juga terlaksana. Padahal selama ini terbukti kehadiran pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan hanya meningkatkan ketidakamanan dan pembunuhan warga sipil. [RSM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya