Dark/Light Mode

Serangan Udara Israel Tewaskan 20 Warga Gaza

Selasa, 11 Mei 2021 14:30 WIB
Bola api akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza pada 10 Mei 2021. [Foto: Agence France Presse]
Bola api akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza pada 10 Mei 2021. [Foto: Agence France Presse]

RM.id  Rakyat Merdeka - Bentrokan kekerasan di Yerusalem meningkat pada Senin (10/5). Pejabat kesehatan Gaza mengatakan, setidaknya 20 orang, termasuk sembilan anak-anak, tewas oleh serangan udara Israel yang diluncurkan setelah kelompok militan Palestina menembakkan roket di dekat Yerusalem.

Militer Israel mengatakan pihaknya melakukan serangan terhadap kelompok bersenjata, peluncur roket, dan pos militer di Gaza setelah gerilyawan di Gaza melintasi garis merah dengan menembaki daerah Yerusalem untuk pertama kalinya sejak perang 2014.

Dikutip Reuters, Hamas dan kelompok militan Islam lainnya mengaku bertanggung jawab atas tembakan roket di Yerusalem.

Baca juga : Modern Cikande Ditargetkan Jadi Klaster Industri Halal Terbesar

Abu Ubaida, Juru Bicara sayap bersenjata Hamas mengatakan, pihaknya telah meluncurkan serangan roket terhadap musuh di Yerusalem yang diduduki Israel. Hal ini sebagai tanggapan atas kejahatan dan agresi mereka terhadap kota suci dan agresi terhadap warga Palestina di Masjid Sheikh Jarrah dan Al-Aqsa.

Balasan tembakan roket dan serangan udara Israel pun berlanjut hingga larut malam. Warga Palestina melaporkan, terjadi ledakan keras di dekat Kota Gaza dan di sepanjang jalur pantai.

Sesaat sebelum tengah malam waktu setempat, militer Israel mengatakan militan Palestina telah menembakkan sekitar 150 roket ke Israel. Puluhan di antaranya dicegat oleh sistem pertahanan misil Israel.

Baca juga : Polisi Israel Bentrok Lagi Dengan Warga Palestina

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, serangan roket dari Gaza terhadap Israel harus dihentikan segera. Dia mendesak semua pihak untuk mengambil langkah-langkah demi mengurangi ketegangan.

Seperti diketahui, pada Senin, terjadi konfrontasi dini hari di Masjid Al-Aqsa di jantung Kota Tua Yerusalem, di kompleks yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai "Temple Mount" dan bagi Muslim sebagai Tempat Suci -situs paling sensitif dalam konflik Israel- Palestina.

Tim medis Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, lebih dari 300 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel, yang menembakkan peluru karet, granat kejut dan gas air mata di kompleks tersebut. Sementara polisi mengatakan, 21 petugas terluka dalam bentrokan itu.

Baca juga : Penerbangan Turun 90 Persen, Bandara AP II Sesuaikan Jam Penerbangan

Meningkatnya kekerasan terjadi saat Israel merayakan "Hari Yerusalem", menandai perebutannya atas Yerusalem Timur dalam perang Arab-Israel 1967.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.