Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ngakalin Hasil Tes Covid, Penumpang Pesawat Tujuan China Dipenjara

Kamis, 20 Mei 2021 08:23 WIB
Ilustrasi pengecekan kode green health oleh petugas bandara (Foto: AFP via Getty Images)
Ilustrasi pengecekan kode green health oleh petugas bandara (Foto: AFP via Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang traveler yang nekat memalsukan hasil tes Covid-19, demi mendapatkan kode green health, dijatuhi hukuman setahun penjara dengan setahun masa percobaan.

Seperti diketahui, penumpang pesawat tujuan China harus memiliki sertifikat dengan kode green health (sehat tidak terpapar Covid, Red), sebagai syarat memasuki negara tersebut.

Temuan hasil tes palsu itu, diungkap Kedutaan Besar China di Rusia pada Selasa (18/5), setelah membandingkan hasil tes penumpang bermarga Huang pada Desember 2020, dengan data yang dimiliki lembaga penguji.

Berita Terkait : Pandemi Covid-19, Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Ruang Digital

"Apa yang dilakukan penumpang tersebut, sangat mengganggu upaya penanganan Covid di China," ujar Kedutaan Besar China di Rusia dalam pernyataannya, seperti dikutip Global Times, Kamis (20/5).

Semua traveler diimbau untuk mematuhi peraturan, menjalani tes asam nukleat dan IgM yang sesuai, dan memastikan hasil tes valid sebelum melakukan perjalanan ke China.

"Yang melanggar, akan dimintai pertanggungjawaban," tegas pernyataan tersebut.

Berita Terkait : Cegah Lonjakan Covid-19, Anies Perpanjang PPKM Mikro Hingga 31 Mei

Kedutaan Besar China di Swiss juga melaporkan hal serupa. Dua penumpang dalam penerbangan Swiss, dengan cueknya mengubah hasil tes IgM mereka dari positif menjadi negatif, dan mencoba naik pesawat ke China saat transit di Bandara Zurich.

"Keduanya dinyatakan positif dalam hasil tes asam nukleat dan IgM di Bandara Zurich. Tapi, mereka nekat mengubahnya menjadi negatif," ungkap pihak Kedutaan Besar China di Swiss.

Salah satu dari mereka ditangkap saat mengajukan kode green health dan gagal naik pesawat. Yang lainnya, yang sudah mendapatkan kode, diminta turun sebelum pesawat lepas landas. Karena ketahuan memalsukan laporan. Saat ini, keduanya sudah dipulangkan.

Berita Terkait : Kemarin, AP I Catat Penumpang Hanya 7.358 Orang Di 15 Bandara

"Karena pandemi masih menyebar di banyak negara, virus yang kini bermutasi meningkatkan kesulitan pencegahan dan pengendalian pandemi," imbuh pernyataan tersebut.

Penumpang yang menuju China, diimbau untuk menyiapkan jadwal perjalanan dengan sebaik mungkin. Terutama, bila terjadi keadaan darurat. Misalnya, dinyatakan positif Covid di bandara. [HES]