Dewan Pers

Dark/Light Mode

Diperingatkan Hamas, Israel Batalkan Pawai Bendera Di Yerusalem

Senin, 7 Juni 2021 11:45 WIB
Perdana Menteri alternatif dan Menteri Pertahanan Israel, Jenderal (Purn) Benny Gantz [Foto: middle-east-online.com]
Perdana Menteri alternatif dan Menteri Pertahanan Israel, Jenderal (Purn) Benny Gantz [Foto: middle-east-online.com]

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri alternatif dan Menteri Pertahanan Israel, Jenderal (Purn) Benny Gantz menyerukan pembatalan aksi "Pawai Bendera" yang akan dilakukan orang-orang sayap kanan di wilayah Yerusalem karena alasan keamanan.

Dilansir laman The Times of Israel, Gantz pada Sabtu (5/6/2021) mengatakan, dia meminta parade nasionalis sayap kanan di kota Yerusalem untuk dibatalkan. Karena akan membutuhkan langkah-langkah keamanan yang luar biasa dan membahayakan ketertiban umum serta proses diplomatik.

Berita Terkait : Jenderal Listyo Happy Banget

Hal itu disampaikan Gantz setelah bertemu dengan komandan militer dan polisi, jaksa agung, dan pejabat keamanan tinggi Israel lainnya.

Organisasi-organisasi Zionis ekstrem dan pemukim Zionis berniat melakukan aksi "Pawai Bendera" di kota Yerusalem pada Kamis, 10 Juni mendatang. Mereka akan berkumpul di jalan-jalan Yerusalem, sambil mengibarkan bendera rezim Zionis dan menyerukan genosida terhadap warga Palestina.

Berita Terkait : Airlangga Bangga, Masyarakat Tak Menyerah Di Masa Sulit

Gantz menekankan kepada semua pejabat yang hadir tentang perlunya perilaku yang bertanggung jawab dan menghindari tindakan yang sensitif.

Sebelumnya, Gerakan Hamas dalam sebuah rilis memperingatkan Israel tentang dampak dari pelaksanaan "Pawai Bendera" di wilayah Yerusalem yang diduduki Israel.

Berita Terkait : Demi Pendidikan Anak, Nadiem: Pembukaan Sekolah Tak Bisa Ditawar Lagi

Hamas juga menyerukan warga Palestina untuk meningkatkan perlawanan terhadap rezim penjajah di Tepi Barat dan melakukan aksi mogok di Masjid al-Aqsa. [RSM]