Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menperin Blusukan Ke IKM Kosmetik Dan Produk Spa Di Bali

Senin, 31 Mei 2021 11:56 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita melihat produksi IKM kosmetik dan produk spa PT Bali Alus, Bali. (Foto: ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita melihat produksi IKM kosmetik dan produk spa PT Bali Alus, Bali. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan blusukan ke Bali hari ini. Salah satu yang dikunjungi industri kecil dan menengah (IKM) PT Bali Alus. Kunjungan untuk mengetahui kondisi terkini industri kosmetik selama pandemi.

PT Bali Alus yang telah berdiri sejak tahun 2000 ini merupakan salah satu IKM unggulan di Bali yang menghasilkan produk-produk kosmetik dan spa untuk bodycare dan Aromatherapy.

Menurut Agus, Bali merupakan salah satu tujuan pariwisata utama di dunia yang tentunya sangat terdampak oleh pandemi. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang berkurang 50 persen dibandingkan sebelum masa pandemi.

Berkurangnya kunjungan tersebut juga mempengaruhi industri spa di Bali yang memang sangat mengandalkan pariwisata untuk tetap beroperasi. Hal ini tentu saja mempengaruhi industri kosmetik dan produk spa yang selama ini memasok kebutuhan wellnesss and body care produk bagi industri spa.

Berita Terkait : Kunker Ke Bali, Menperin Dorong IKM Kerek Daya Saing

“Untuk terus bertahan dalam kondisi ini, industri kosmetik dan produk spa harus terus berinovasi dalam menjalankan bisnisnya untuk beradaptasi pada perubahan pola perilaku konsumen kosmetik dan produk spa akibat pandemi,” ujar Agus di Bali, Selasa (31/5). 

Agus mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak diam dalam mengembangkan industri kosmetik khususnya menghadapi pandemi. Beberapa program telah dilaksanakan oleh Kemenperin dengan bekerjasama dengan para stakeholders terkait seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Pemerintah Daerah, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Perdagangan, akademisi maupun pihak swasta yang berkepentingan. 

Program-program tersebut antara lain pengembangan SDM melalui bimbingan teknis, Pengembangan Teknologi melalui fasilitasi mesin peralatan dan restrukturisasi dan fasilitasi transformasi menuju industri 4.0, Fasilitasi Legalisasi seperti CPKB dan izin edar, serta Fasilitasi Pemasaran melalui program e-Smart IKM dan Fasilitasi Pameran Virtual IKM Kosmetik dan produk spa.

“Saya berharap, melalui blusukan ini kami bisa mendapatkan informasi melalui sudut pandang langsung pelaku IKM khususnya di Bali, sehingga bisa menjadi masukan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program-program pembinaan yang kami lakukan agar lebih optimal dan lebih tepat sasaran,” ujar Agus.

Berita Terkait : Menpora Jamin Izin Kompetisi Segera Terbit

Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih mengatakan, pandemi telah menggeser pola belanja dari offline menjadi online. Hal ini terlihat dengan meningkatnya transaksi online produk body care seperti kosmetik dan spa sebesar 80 persen. 

Menurutnya, social distancing menyebabkan konsumen menjadi lebih banyak waktu di rumah, akibatnya belanja permintaan untuk perawatan di rumah semakin meningkat menggantikan kebutuhan salon dan spa.

“Industri spa beralih dari studio spa menjadi Home Spa. Tentunya ini menjadi peluang bagi IKM kosmetik dan produk spa untuk terus meningkatkan penjualannya,” lanjut Gati.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 9,39 persen. Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB sebesar 1,92 persen dengan nilai ekspornya yang mencapai 1,4 miliar dolar AS. [DIT]

Berita Terkait : Menpora Pede Izin Kompetisi Liga 1 Bakal Terbit