Dark/Light Mode

Guterres Dijagokan Jabat Periode Kedua

Rabu, 9 Juni 2021 12:47 WIB
Sekjen PBB PBB Antonio Guterres (Foto: Ist)
Sekjen PBB PBB Antonio Guterres (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), mendukung Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres untuk masa jabatan kedua.

DK PBB segera merekomendasikan kepada Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara agar mengangkatnya untuk lima tahun lagi mulai 1 Januari 2022.

Duta Besar Estonia untuk PBB Sven Jürgenson, Presiden DK PBB untuk Juni mengatakan, Majelis Umum kemungkinan akan bertemu untuk memutuskan penunjukan pada 18 Juni. Atas kepercayaan itu, Guterres mengucapkan rasa terima kasih pada para anggota DK PBB.

"Dengan rendah hati saya menerima jika Majelis Umum mempercayakan saya masa jabatan kedua," ujar Guterres, dilansir Reuters, Rabu (9/6).

Baca Juga : Revitalisasi JPO Karet, Dishub Rekayasa Lalin Mulai Besok

Guterres menggantikan Ban Ki-moon pada Januari 2017. Hanya beberapa pekan sebelum Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).

Sebagian besar masa jabatan pertama Guterres difokuskan untuk menenangkan Trump. Yang kerap mempertanyakan nilai PBB dan multilateralisme.

Di saat yang sama AS, adalah penyumbang keuangan terbesar PBB. Dan bertanggung jawab atas 22 persen anggaran reguler. Dan sekitar seperempat dari anggaran pemeliharaan perdamaian.

Presiden AS Joe Biden, yang mulai menjabat pada Januari, telah mulai mengembalikan dana yang sempat dipotong semasa Pemerintahan Trump.

Baca Juga : Pantau Vaksinasi Di RSUI, Jokowi Minta Genjot 700 Ribu Suntikan Per Hari

Dan kembali terlibat aktif dengan badan dunia itu. Kendati demikian, pencalonan Guterres tidak sepenuhnya mulus.

Ada sejumlah pihak yang berusaha menentangnya. Namun, secara resmi, hampir tak ada perlawanan padanya. Pasalnya, seseorang hanya dianggap sebagai kandidat setelah dicalonkan oleh negara anggota.

Portugal mengajukan Guterres untuk masa jabatan kedua. Tapi tidak ada orang lain yang mendapat dukungan dari negara anggota.

Guterres adalah Perdana Menteri Portugal dari 1995 hingga 2002. Dia sempat menjabat sebagai Kepala Badan Pengungsi PBB UNHCR 2005 hingga 2015.

Baca Juga : Presiden Macron Ngademin Hati Pendukungnya

Sebagai Sekjen PBB, ia menjadi aktor penting untuk aksi iklim, vaksin Covid-19 untuk semua negara, dan juga kerja sama digital. Saat pertama kali menjabat sebagai Sekjen PBB, badan dunia itu berjuang untuk mengakhiri perang dan menangani krisis kemanusiaan di Suriah dan Yaman.

Hingga kini, konflik-konflik tersebut masih belum terselesaikan. Dan Guterres juga sekarang menghadapi keadaan darurat di Myanmar dan di Tigray, Ethiopia. Human Rights Watch yang berbasis di New York, mendesak Guterres untuk mengambil sikap yang lebih publik selama masa jabatan keduanya.

Organisasi mencatat, kesediaa Guterres mengecam pelanggaran di Myanmar dan Belarusia, harus lebih diperluas. Dan mencakup upaya mendesak pemerintah.

"Masa jabatan pertama Guterres didefinisikan oleh diamnya publik terhadap pelanggaran hak asasi manusia oleh China, Rusia, dan As serta sekutu mereka," kata Kenneth Roth, Direktur Eksekutif Human Rights Watch.[PYB]