Dark/Light Mode

40 Menit Ngobrol Via Telepon, Menlu Retno Dan Menlu Jepang Bahas Myanmar

Jumat, 11 Juni 2021 21:34 WIB
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi menerima kunjungan kenegaraan Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (10/1/2020). (Foto Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi menerima kunjungan kenegaraan Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (10/1/2020). (Foto Kemlu RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan pem­bicaraan melalui telepon dengan Menlu Jepang Toshimitsu Mo­tegi pada Kamis siang (10/6). Pembicaraan yang dimulai pukul 1 siang itu berlangsung selama 40 menit. Keduanya membahas dan bertukar pandangan seputar situasi di Myanmar.

Dalam keterangan resmi Ke­dutaan Besar Jepang atau di Jakarta, pada awal pembicaraan, Menlu Motegi menyoroti pentingnya untuk menerapkan konsensus yang diumumkan pada Per­temuan Pemimpin ASEAN pada April lalu.

Lima konsensus tersebut adalah untuk menghentikan kekerasan di Myanmar serta semua pihak yang terlibat harus menahan diri sepenuhnya. Kedua, dialog konstruktif di antara pihak bersangkutan untuk mencari solusi damai demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga : Bursa Zipmex Garap Potensi Kripto

Ketiga, utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN.

Keempat, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan dari AHA Centre. Kelima, utusan khusus dan delegasi akan ke Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak yang terkait.

"Menlu Motegi mendorong upaya ASEAN (Persatuan Bangsa-Bangsa Asia Tengara) mengatasi krisis Myanmar. Ter­masuk memberi bantuan kemanusiaan ke Myanmar dan pembebasan tahanan," pernyataan Kedubes Jepang.

Baca Juga : Saran Narasi Institute Ke Sri Mulyani: Reformasi Pajak Komprehensif

Dalam percakapan itu, Menlu Retno juga menjelaskan, keterliba­tan Indonesia dalam upaya ASEAN untuk mengatasi krisis di Myanmar.

“Kedua menlu sepakat bahwa kedua negara tetap bekerja sama secara erat untuk menangani masalah Myanmar,” pernyataan Kedubes Jepang di Jakarta.

Selain itu, mereka juga bertukar pendapat mengenai kerja sama dalam penanganan pandemi Covid-19 serta situasi kawasan termasuk Laut China Timur dan Laut China Selatan.[DAY]