Dark/Light Mode

Ke Brunei, Menlu Retno Bahas Upaya ASEAN Tanggapi Isu Myanmar

Rabu, 17 Februari 2021 16:58 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kiri) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam Erywan Yusof (kanan) di Bandar Seri Begawan, Rabu (17/02/2021). [Foto: Kemlu RI]
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kiri) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam Erywan Yusof (kanan) di Bandar Seri Begawan, Rabu (17/02/2021). [Foto: Kemlu RI]

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berkunjung ke Brunei Darussalam, untuk membahas peran Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam membantu penyelesaian konflik politik di Myanmar.

Pertemuan antara Retno dan Menlu Brunei Darussalam, Erywan Yusof berlangsung di Bandar Seri Begawan, Rabu (17/2/2021), dalam kapasitas Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN tahun ini.

Berita Terkait : Menlu: Indonesia Akan Berkontribusi Selesaikan Isu Myanmar

“Kami bertukar pikiran mengenai perkembangan situasi di Myanmar, dan bagaimana ASEAN dapat berperan membantu Myanmar untuk dapat keluar dari situasi ini, dan melanjutkan proses transisi demokrasi,” kata Retno, dalam pemaparan virtual kepada media.

Dia menegaskan, upaya membantu Myanmar perlu didasarkan pada sejumlah prinsip, yaitu non intervensi, mengutamakan pendekatan konstruktif, mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar, serta berkontribusi mencari solusi terbaik bagi rakyat Myanmar. Termasuk membantu transisi demokrasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan atau transisi demokrasi secara inklusif.

Berita Terkait : Menlu Jepang-Indonesia Bahas Myanmar Via Telepon

Sebagai satu keluarga, kata pemilik nama asli Retno Lestari Priansari ini, menjadi kewajiban setiap negara ASEAN untuk menghormati, apa yang tertera dalam Piagam ASEAN. Antara lain berbunyi, “untuk memperkuat demokrasi dalam menjalankan pemerintahan yang baik dan supremasi hukum, serta mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia dan kebebasan fundamental”.

Artikel inilah, jelasnya, yang dirujuk dalam pernyataan Indonesia dan pernyataan Ketua ASEAN, dalam menanggapi situasi di Myanmar. “Indonesia yakin, mekanisme ASEAN adalah mekanisme yang paling tepat untuk dapat membantu Myanmar dalam mengatasi situasi yang sulit ini,” tutur Retno.

Berita Terkait : Pemerintah Prancis Minta Warganya Tinggalkan Masker Kain

Lebih lanjut mantan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia ini menjelaskan, dukungan internasional terhadap ASEAN untuk penyelesaian isu Myanmar sangat tinggi. Antara lain ditunjukkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB, serta sejumlah Menlu dari Inggris, Australia, India, Jepang, dan Amerika Serikat.

“Dalam kaitan ini, sudah menjadi kewajiban Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN untuk melakukan konsultasi dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya, untuk membahas, apa yang dapat dilakukan oleh ASEAN,” tegas Retno.
 Selanjutnya