Dark/Light Mode

Setelah KBRI Yangon Didemo, Menlu Tahan Rencana Kunjungi Myanmar

Rabu, 24 Februari 2021 15:48 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah. [Foto: Kemenlu]
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah. [Foto: Kemenlu]

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sementara menunda rencana kunjungan ke Myanmar. Hal ini mengingat situasi saat ini di negara tersebut, serta berkonsultasi dengan sejumlah negara ASEAN lainnya.

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (24/2/2021) pagi dari Jakarta, Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah menyatakan, Menlu membuka opsi melakukan kunjungan ke Napyidaw, Myanmar, guna mencari solusi di tingkat kawasan, dalam konteks ini, yakni ASEAN.

Rencana ini disusun, jelasnya, dengan terus mempertimbangkan perkembangan situasi di Myanmar. Namun dengan melihat berbagai perkembangan yang ada saat ini, dan setelah berkonsultasi dengan sejumlah negara ASEAN lainnya, saat ini bukan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan ke Myanmar.

Berita Terkait : Kemlu: Indonesia Tak Mendukung Pemilu Ulang Myanmar

Namun dia menekankan komitmen Indonesia untuk memberikan kontribusi serta berkomunikasi dengan semua pihak lain yang terlibat.

Selain itu, Indonesia juga akan terus melakukan konsultasi dengan negara-negara ASEAN lainnya, mengenai setiap perkembangan di Myanmar.

Sebelumnya diberitakan, sejak konflik politik kembali mencuat di Myanmar, Indonesia telah menyampaikan keprihatinan dan mengimbau penyelesaian krisis dengan menerapkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam ASEAN. Antara lain, komitmen pada hukum, pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi, dan pemerintahan yang konstitusional.

Berita Terkait : Ke Brunei, Menlu Retno Bahas Upaya ASEAN Tanggapi Isu Myanmar

Indonesia, lanjut mantan Duta Besar RI untuk Kanada ini, mendesak semua pihak di Myanmar untuk menahan diri. Juga agar mengedepankan pendekatan dialog dalam mencari jalan keluar dari berbagai tantangan dan permasalahan. “Sehingga tidak semakin memperburuk situasi di Myanmar,” tegas Faizasyah.

Indonesia juga menggarisbawahi, perselisihan terkait hasil pemilihan umum, kiranya dapat diselesaikan dengan mekanisme hukum yang tersedia.

Faizasyah menjelaskan, Menlu Retno melakukan diplomasi ulang alik (shuttle diplomacy) dengan para Menlu ASEAN, guna berkonsultasi tentang penyelesaian isu politik Myanmar ini.

Baca Juga : Edhy Prabowo Pakai Duit Suap Untuk Beli Sepeda

“Sekarang adalah kesempatan untuk Menlu (Retno Marsudi) menyamakan persepsi dan mengumpulkan pandangan dari para Menlu ASEAN lainnya, sebelum satu pertemuan khusus para menlu ASEAN dapat dilaksanakan,” katanya.

Konsultasi itu juga dilakukan untuk mengumpulkan posisi-posisi yang paling dapat dilaksanakan sebagai bagian dari solusi permasalahan politik Myanmar, yang didorong oleh ASEAN.
 Selanjutnya