Dark/Light Mode

Jerman Izinkan Wisman Masuk Asal Mau Divaksin Dan Tes Covid-19

Rabu, 28 Juli 2021 11:45 WIB
Ilustrasi Jerman. (Foto: ist)
Ilustrasi Jerman. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di saat banyak negara menutup pintunya dari kedatangan warga negara dengan kasus Covid-19 tinggi, Jerman justru sebaliknya. Negeri Der Panser ini membuka pintunya pada wisatawan mancanegara atau wisman asal mereka mau divaksin dan menjalankan tes Covid-19.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengatakan, kebijakan ini untuk meningkatkan proses pengecekan dan angka vaksinasi. Dia berharap dengan kebijakan ini, Jerman bisa menghindari ledakan kasus positif dari luar negeri.

Saat ini, penumpang dari bandara dan orang yang masuk dari daerah berisiko tinggi, wajib memberikan tes negatif atau bukti bahwa mereka telah divaksinasi lengkap dua dosis atau telah pulih dari infeksi. 

Berita Terkait : Ridwan Kamil Siapkan Strategi Jitu Lacak Dan Tes Covid-19 Berbasis RT

Aturan baru juga akan menetapkan persyaratan menyeluruh, tidak hanya terbatas pada area berisiko tinggi atau jenis transportasi tertentu.

"Koordinasi di pemerintah tentang hal ini sedang berlangsung," kata juru bicara Kementerian Kesehatan kepada Reuters, Rabu (28/7).

Namun, masih ada pejabat Jerman yang keberatan dengan rencana Spahn. Menteri Kehakiman Jerman Christine Lambrecht menentang rencana tersebut mengingat tes Covid-19tidak menjamin menekan angka penularan virus Corona.

Berita Terkait : BI Izinkan Bank Sentral Negara Mitra Transaksi DNDF

Menurut Robert Koch Institute, tingkat infeksi di seluruh Jerman pada Selasa (27/7) rata-rata 14,5 kasus baru per 100 ribu orang selama tujuh hari terakhir. Meskipun ini masih relatif rendah, angka sebelumnya adalah 4,9 pada 6 Juli lalu. 

Sementara itu, ahli virologi Martin Sturmer menyambut baik kemungkinan perluasan wajib tes Corona.

"Kami sebenarnya sudah melihat bahwa wisatawan yang datang berkontribusi tinggi membawa infeksi ke Jerman," katanya.

Berita Terkait : BAZNAS Salurkan Bantuan Logistik untuk Pasien Isolasi Covid-19

Dia mengatakan, bahwa orang yang divaksinasi dan sudah pulih dari infeksi, kemungkinan akan dikecualikan. Tetapi pendekatan seperti itu akan lalai karena mereka yang telah divaksinasi sepenuhnya masih bisa tertular varian delta. [DAY]