Dewan Pers

Dark/Light Mode

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Azad

Masjid dan Peradaban Islam

Selasa, 24 Agustus 2021 07:15 WIB
Mohammad Azad,  Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia. [Foto: Wahyu Dwi Nugroho/Rakyat Merdeka/RM.id]
Mohammad Azad, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia. [Foto: Wahyu Dwi Nugroho/Rakyat Merdeka/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejarah tak pernah melupakan, pada 21 Agustus 1969, Masjid Al Aqsa dibakar oleh rezim Zionis Israel. Akibatnya, 1.500 meter persegi dari ruang Masjid Al Aqsa hancur dan mimbar bersejarah Salahuddin al-Ayyubi (1168 M) hangus terbakar.

Bertahun-tahun kemudian, memperingati kejadian ini yang melukai hati umat muslim dunia, atas usulanan Republik Islam Iran dan persetujuan negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada KTT ke-30 badan ini, setiap 21 Agustus diperingati sebagai “Hari Masjid Internasional” (World Mosque Day atau International Day of Mosques).

Masjid merupakan salah satu simbol utama peradaban Islam yang sepanjang sejarah telah mempertahankan nilainya dan kredibilitas di kalangan Muslim. Tahun-tahun awal Islam diturunkan adalah periode paling cemerlang bagi masjid karena pada saat itu, masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah melainkan merupakan tempat kegiatan ekonomi, sosial, politik, yudisial dan militer.

Berita Terkait : Kendalikan Emisi, Indonesia Komitmen Pada Perdagangan Karbon

Kini di abad ke-21, dunia Islam demi membangun kembali kejayaan peradabannya harus berusaha mendekatkan fungsi masjid pada tahun-tahun awal era Islam, agar potensi yang luar biasa yang dimilikinya dapat dipergunakan untuk berbagai langkah kemajuan.

Pada kesempatan Hari Masjid Internasional, artikel ini mencoba membahas berbagai dimensi sejarah, sosial, agama, budaya dan politik masjid untuk menggambarkan kedudukan dan posisi strategis masjid.

Masjid dan Sejarah Islam

Berita Terkait : Habisi Warga Muslim, India Contek Taktik Ala Israel

Kabah (Baitullah) adalah basis pertama yang telah didirikankan oleh Nabi Ibrahim untuk penyembahan manusia di bumi. Nabi Muhammad SAW setelah berhijrah dari Mekah membangun masjid pertama agama Islam, yaitu Masjid Quba (622 M) yang berjarak sekitar 3,5 km dari selatan di Madinah dan kemudian Masjid Nabawi (662 M) berlokasi di pusat kota Madinah.

Kedua masjid ini sepanjang masa hidup Nabi Muhammad SAW dan setelah meninggalnya Baginda Nabi selalu menjadi pusat berkumpulnya masyarakat untuk berbagai aktivitas agama, politik, sosial, budaya dan lain-lain.

Kata masjid sendiri telah 28 kali disebutkan dalam berbagai ayat Kitab Suci Alquran. Dalam ayat-ayat mulia ini kedudukan penting masjid, peran masjid dalam agama serta berbagai tata cara yang berhubungan dengan kegiatan di masjid telah diterangkan.
 Selanjutnya