Dark/Light Mode

Bom Bunuh Diri Guncang Kabul

Sakit Hati, Joe Biden Akan Balas Dendam

Sabtu, 28 Agustus 2021 06:29 WIB
Pria yang terluka karena ledakan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, dilarikan ke RS di
Kabul.
Pria yang terluka karena ledakan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, dilarikan ke RS di Kabul.

 Sebelumnya 
“Masyarakat internasional harus bekerja sama secara erat untuk menghindari kebangkitan terorisme di Afghanistan dan sekitarnya,” tulisnya di Twitter.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengatakan, insiden ini adalah momen yang sangat menyedihkan. Tidak hanya bagi warga Afghanistan. Tetapi juga bagi orang-orang di seluruh dunia, termasuk di Kanada.

Baca juga : Renungan Suci Di Kalibata, Presiden Doakan Para Pahlawan

“Kami memahami bahwa kecepatan Taliban mengambil alih Kabul membuat situasi ini menjadi luar biasa sulit bagi sekutu kami, bagi warga Kanada dan khususnya bagi warga Afghanistan,” ucapnya.

Sedangkan PM Inggris Boris Johnson mengatakan, negara itu akan melanjutkan upaya evakuasi yang memasuki tahap akhir. Ia menekankan, penting­nya melanjutkan pekerjaan itu secepat dan seefisien mungkin.

Baca juga : Tinjau Gudang Bulog, Presiden Pastikan Stok Beras Aman

Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengatakan, mereka yang berada di balik ledakan menargetkan orang-orang yang berharap untuk pergi. “Mereka menginginkan keamanan dan kebebasan, dan serangan yang benar-benar keji terjadi,” kecam Merkel.

PM Selandia Baru, Jacinda Ardern turut mengutuk pelaku bom Bandara Kabul yang diang­gapnya sebagai serangan keji.

Baca juga : Pajak Sembako Dan Pendidikan Bakal Naikkan Harga-harga

“Kami mengutuk keras serangan keji terhadap banyak keluarga dan individu tak berdosa yang hanya mencari kesela­matan dari situasi yang sangat sulit di Afghanistan,” ucap Ardern.

Dari Italia, Perdana Menteri Mario Dragi juga mengata­kan hal serupa. “Serangan keji mengerikan ini dilakukan terhadap orang-orang tak berdaya yang tengah mencari kebe­basan,” sentil Dragi. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.