Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bom Bunuh Diri Guncang Kabul
Sakit Hati, Joe Biden Akan Balas Dendam
Sabtu, 28 Agustus 2021 06:29 WIB
Sebelumnya
“Masyarakat internasional harus bekerja sama secara erat untuk menghindari kebangkitan terorisme di Afghanistan dan sekitarnya,” tulisnya di Twitter.
Tak ketinggalan, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengatakan, insiden ini adalah momen yang sangat menyedihkan. Tidak hanya bagi warga Afghanistan. Tetapi juga bagi orang-orang di seluruh dunia, termasuk di Kanada.
Baca juga : Renungan Suci Di Kalibata, Presiden Doakan Para Pahlawan
“Kami memahami bahwa kecepatan Taliban mengambil alih Kabul membuat situasi ini menjadi luar biasa sulit bagi sekutu kami, bagi warga Kanada dan khususnya bagi warga Afghanistan,” ucapnya.
Sedangkan PM Inggris Boris Johnson mengatakan, negara itu akan melanjutkan upaya evakuasi yang memasuki tahap akhir. Ia menekankan, pentingnya melanjutkan pekerjaan itu secepat dan seefisien mungkin.
Baca juga : Tinjau Gudang Bulog, Presiden Pastikan Stok Beras Aman
Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengatakan, mereka yang berada di balik ledakan menargetkan orang-orang yang berharap untuk pergi. “Mereka menginginkan keamanan dan kebebasan, dan serangan yang benar-benar keji terjadi,” kecam Merkel.
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern turut mengutuk pelaku bom Bandara Kabul yang dianggapnya sebagai serangan keji.
Baca juga : Pajak Sembako Dan Pendidikan Bakal Naikkan Harga-harga
“Kami mengutuk keras serangan keji terhadap banyak keluarga dan individu tak berdosa yang hanya mencari keselamatan dari situasi yang sangat sulit di Afghanistan,” ucap Ardern.
Dari Italia, Perdana Menteri Mario Dragi juga mengatakan hal serupa. “Serangan keji mengerikan ini dilakukan terhadap orang-orang tak berdaya yang tengah mencari kebebasan,” sentil Dragi. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya