Dark/Light Mode

Bom Bunuh Diri Guncang Kabul

Sakit Hati, Joe Biden Akan Balas Dendam

Sabtu, 28 Agustus 2021 06:29 WIB
Pria yang terluka karena ledakan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, dilarikan ke RS di
Kabul.
Pria yang terluka karena ledakan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, dilarikan ke RS di Kabul.

 Sebelumnya 
Serangan terjadi beberapa jam setelah AS memperingatkan ke­pada semua warga untuk segera meninggalkan bandara terkait ancaman serangan dari ISIS-K. Namun seruan itu tak diindahkan warga Afghanistan yang tetap berkerumun di pintu gerbang bandara.

Dalam pidatonya, Presiden Joe Biden menyebut tentara AS yang terbunuh sebagai pahlawan tanpa pamrih untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

“Hati kami sakit, untuk se­mua keluarga Afghanistan yang kehilangan orang yang dicintai. Termasuk anak kecil, atau yang terluka dalam serangan keji ini,” katanya.

Baca juga : Renungan Suci Di Kalibata, Presiden Doakan Para Pahlawan

”Kami tidak akan memaafkan, tidak akan melupakan ini. Kami akan memburu dan memastikan Anda membayar semua ini,”tegas Biden, dikutip CNN, Jumat (27/8).

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara/ NATO Jens Stoltenberg mengutuk se­rangan tersebut.

“Doa dan dukungan saya bersama semua yang terkena dampak dan orang yang mereka cintai,” tulis Stoltenberg.

Baca juga : Tinjau Gudang Bulog, Presiden Pastikan Stok Beras Aman

“Prioritas kami tetap mengevakuasi sebanyak mungkin orang ke tempat yang aman secepat mungkin,” sambungnya seperti dikutip Business Insider, Jumat (27/8).

Hal senada disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dia menyatakan, belasungkawa kepada keluarga korban asal AS dan Afghanistan. Macron mengatakan salut dengan kepahlawanan mereka yang berada di lapanganuntuk melakukan operasi evakuasi.

“Prancis akan memberi perlindungan bagi warga Afghanistan yang berada dalam ba­haya,” ujar Macron.

Baca juga : Pajak Sembako Dan Pendidikan Bakal Naikkan Harga-harga

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menye­but serangan itu pengecut dan tidak manusiawi. Ia menambah­kan, penting untuk melakukan segalanya guna memastikan keselamatan orang-orang di bandara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.