Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bom Bunuh Diri Guncang Kabul
Sakit Hati, Joe Biden Akan Balas Dendam
Sabtu, 28 Agustus 2021 06:29 WIB
Sebelumnya
Serangan terjadi beberapa jam setelah AS memperingatkan kepada semua warga untuk segera meninggalkan bandara terkait ancaman serangan dari ISIS-K. Namun seruan itu tak diindahkan warga Afghanistan yang tetap berkerumun di pintu gerbang bandara.
Dalam pidatonya, Presiden Joe Biden menyebut tentara AS yang terbunuh sebagai pahlawan tanpa pamrih untuk menyelamatkan nyawa orang lain.
“Hati kami sakit, untuk semua keluarga Afghanistan yang kehilangan orang yang dicintai. Termasuk anak kecil, atau yang terluka dalam serangan keji ini,” katanya.
Baca juga : Renungan Suci Di Kalibata, Presiden Doakan Para Pahlawan
”Kami tidak akan memaafkan, tidak akan melupakan ini. Kami akan memburu dan memastikan Anda membayar semua ini,”tegas Biden, dikutip CNN, Jumat (27/8).
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara/ NATO Jens Stoltenberg mengutuk serangan tersebut.
“Doa dan dukungan saya bersama semua yang terkena dampak dan orang yang mereka cintai,” tulis Stoltenberg.
Baca juga : Tinjau Gudang Bulog, Presiden Pastikan Stok Beras Aman
“Prioritas kami tetap mengevakuasi sebanyak mungkin orang ke tempat yang aman secepat mungkin,” sambungnya seperti dikutip Business Insider, Jumat (27/8).
Hal senada disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dia menyatakan, belasungkawa kepada keluarga korban asal AS dan Afghanistan. Macron mengatakan salut dengan kepahlawanan mereka yang berada di lapanganuntuk melakukan operasi evakuasi.
“Prancis akan memberi perlindungan bagi warga Afghanistan yang berada dalam bahaya,” ujar Macron.
Baca juga : Pajak Sembako Dan Pendidikan Bakal Naikkan Harga-harga
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menyebut serangan itu pengecut dan tidak manusiawi. Ia menambahkan, penting untuk melakukan segalanya guna memastikan keselamatan orang-orang di bandara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya