Dark/Light Mode

COP26 Bukan Tempat Foto-foto, Harus Ada Tindakan Ambisius Untuk Perubahan Iklim

Kamis, 14 Oktober 2021 21:09 WIB
Presiden COP26 Alok Sharma (Foto: Istimewa)
Presiden COP26 Alok Sharma (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden COP26 Alok Sharma menyampaikan pidato di Pusat Warisan Dunia UNESCO, Paris. Dia mengajak para pemimpin dunia untuk bersatu demi planet kita  dan mewujudkannya pada KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow, 17 hari lagi.

Alok Sharma menunjukkan kemajuan yang telah dicapai sejak Perjanjian Paris, dan menggarisbawahi pentingnya para pemimpin dalam mengambil tindakan ambisius di COP26 di Glasgow, Inggris mulai tanggal 31 Oktober mendatang.

"Dalam satu bulan ke depan, COP26 akan berakhir dan kita akan memutuskan dunia seperti apa yang hendak kita tinggali," ujar Alok Sharma dalam rilis Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, Kamis (14/10).

Berita Terkait : Ini Peran Ganda Hulu Migas Di Tengah Perubahan Iklim

Desember 2015, dunia bersatu dan menyetujui Perjanjian Paris, sebuah titik penting dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.

Dalam perjanjian yang mengikat ini, 196 negara – termasuk Inggris dan Indonesia – telah berkomitmen untuk menjaga kenaikan rata-rata suhu global di bawah 2 derajat dan berupaya untuk membatasinya hingga 1,5 derajat Celcius, dibandingkan dengan tingkat sebelum era industri.

COP26 di Glasgow, Inggris, bertujuan untuk mengumpulkan dan meninjau komitmen-komitmen tersebut. Serta mendorong semua negara untuk memenuhi komitmen yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

Baca Juga : Penyaluran Bantuan Tunai PKL Dan Warung Di NTB Dipuji Airlangga

Kali ini, Inggris menjadi tuan rumah KTT bersama dengan Italia. Dalam pidatonya, Presiden COP26 menyoroti 4 elemen COP26 untuk mencapai tingkat ambisi yang diperlukan.

Pertama, rencana aksi iklim untuk mengurangi emisi secara signifikan pada tahun 2030, mencapai emisi nol bersih pada pertengahan abad, dan mendukung adaptasi dalam mengatasi ancaman iklim.

Kedua, tindakan nyata untuk mewujudkan rencana ini, termasuk kesepakatan dalam mobil listrik, pengurangan penggunaan batu bara, perlindungan pohon, dan pengurangan emisi metana.

Baca Juga : Ketua DPD Kecam Aksi Smackdown Polisi Terhadap Mahasiswa Di Tangerang

Ketiga, untuk menepati janji 100 miliar dolar dolar AS atau Rp 1.409,72 triliun. 

Keempat, hasil negosiasi yang membuka jalan bagi ambisi yang makin kuat selama satu dekade.
 Selanjutnya