Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN Gandeng ADB, Tekan Emisi Karbon Di Sektor Kelistrikan RI
Selasa, 2 November 2021 22:26 WIB
Sebelumnya
Saeed juga mengatakan Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara yang menjadi mitra ADB dalam pilot project Energy Transition Mechanism (ETM).
Program ini merupakan program dukungan ADB dalam pengurangan karbon yang bertujuan untuk menggunakan pembiayaan publik-swasta, untuk mempercepat pensiunnya pembangkit listrik tenaga batu bara, dan menggantinya dengan yang bersih dan terbarukan sumber energi.
Baca juga : Gandeng Adhi Karya, Surveyor Indonesia Kembangin Bisnis Pengolahan Limbah
"ADB baru-baru ini menyelesaikan studi pra-kelayakan ETM dan sekarang mengerjakan studi kelayakan penuh," ujar Saeed.
Director General Southeast Asia Department ADB Ramesh Subramaniam juga mengungkapkan kerja sama ini akan berlaku tiga tahun dan bisa ditindak lanjuti kemudian.
Baca juga : PLN Jakarta Terjunkan 2.356 Personel Jaga Kelistrikan Di Musim Hujan
Ke depan, kedua belah pihak akan membahas lebih spesifik terkait rencana PLN dalam mengurangi porsi PLTU dan beralih ke energi bersih.
"Tentu harapannya, pada COP berikutnya kami dan PLN mampu mempresentasikan kemajuan dari kerja sama ini. Harapannya, Indonesia akan lebih baik lagi dalam porsi energi bersih dan kami sangat senang bekerjasama dengan PLN dalam proyek energi bersih ini," ujar Ramesh Subramaniam.
Baca juga : Gandeng Istiqlal, BSI Siapkan Layanan Digitalisasi Masjid
Setelah penandatanganan MoU ini, PLN dan ADB akan mengembangkan program kerja sama tahunan.
Pada tahun 2022 dan seterusnya, PLN dan ADB bakal merancang peta jalan dalam rangka menghentikan penggunaan batu bara guna mencapai netralitas karbon pada tahun 2060 atau lebih cepat. [FAZ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya