Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tidak Hadiri KTT COP26
Jinping Dan Putin Digibahin Biden
Kamis, 4 November 2021 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengkritik Presiden China Xi Jinping. Gara-garanya, Jinping bolos ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) iklim Conference of Parties/COP) 26 di Glasgow, Skotlandia. Biden tak habis pikir, China yang mengklaim menjadi pemimpin dunia baru malah tidak menghadirkan pemimpinnya.
Padahal, kata Biden, dalam pidato pada Selasa malam (2/11), isu iklim adalah masalah besar. Biden juga menyayangkan Presiden Rusia Vladimir Putin yang tidak hadir. Meski demikian, keduanya memang masih mengirim delegasi ke acara yang akan berlangsung selama dua pekan, hingga 14 November mendatang itu.
“Kami datang. Dan memiliki dampak besar pada cara pandang dunia melihat kepemimpinan global AS. China mencoba menegaskan peranannya, namun sebagai pemimpin dunia baru, tidak muncul. Ayo dooong,” ucap Biden, saat berpidato di penutupan COP26, seperti dikutip Associated Press (AP), kemarin.
Baca juga : Presiden Jokowi Akan Hadiri KTT COP26 dan Sejumlah Pertemuan Bilateral
China adalah penghasil karbon dioksida terbesar di dunia, diikuti AS. Sementara Rusia merupakan yang terbesar kelima setelah Uni Eropa dan India.
Lebih dari 120 pemimpin dunia hadir dalam konferensi perubahan iklim itu. Sebelum pidato Biden, Putin secara virtual berpidato pada pertemuan tentang pengelolaan hutan di KTT COP26 pada Selasa. Putin mengatakan, Rusia mengambil langkah-langkah terkuat demi melestarikan hutan.
Juru Bicara Putin, Dmitry Peskov, tidak memberikan alasan mengapa pemimpin Rusia itu tidak hadir. Mereka mengumumkan keputusan itu pada Oktober lalu. Namun ia menekankan, perubahan iklim adalah prioritas penting bagi Rusia.
Baca juga : Simulasi Beregu PBSI, Jonatan Dan Putri Menangkan Tim Harimau Atas Banteng
Pada bulan yang sama, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sudah mengetahui, bahwa Presiden China Xi Jinping tidak akan hadir.
Di COP26, Biden diterima dengan baik. Dia terlihat akrab dan berkomunikasi dengan para pemimpin dunia. Bahkan, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyden menyebutnya sebagai, “Joe yang terhormat.”
Dia mendapat pujian karena rencananya menerapkan pajak minimum global untuk perusahaan. Juga mendorong komitmen global untuk memerangi perubahan iklim.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya