Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Dubes Djauhari, Rayu JD.com Dukung UMKM RI Masuk China
Jumat, 5 November 2021 07:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes)Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun bersama dengan tiga dubes lain dari Chile, Denmark dan Thailand berpartisipasi dalam forum promosi bertajuk Synchronizing the Better Life: Ambassadors’ Forum on International Consumption di Beijing, Selasa, (2/11).
Dalam acara yang diinisiasi JD.com (Jingdong) itu, Dubes Djauhari mengapresiasi perkembangan platform JD.iD yang beroperasi di Indonesia sejak 2015.
Baca juga : Dubes RI Beijing Minta JD.com Dukung UMKM Masuk Pasar China
Mantan Dubes Ri untuk Rusia itu menekankan pentingnya JD.com untuk terus mendukung masuknya produk usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) indonesia di pasar China.
“Sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia, kolaborasi dengan China melalui platform digital harus terus ditingkatkan. Khususnya dengan mempertimbangkan pesatnya kemajuan teknologi digital dan e-commerce di Tanah Air,” ucap pak Djo, demikian ia akrab disapa.
Baca juga : Aboe Bakar PKS Dukung Sikap Tegas Kapolri
Mantan Staf Khusus Menteri Luar Negeri itu menyebutkan, pada 2020, transaksi e-commerce indonesia mencapai 44 miliar dolar AS atau meningkat 44 persen year-on-year (yoy). Pada 2030 diprediksi meningkat 8 kali lipat, mencapai 323 miliar dolar AS.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya