Dark/Light Mode

Kemnaker Dorong Manajemen dan Pekerja Indomarco Selesaikan Masalah Secara Musyawarah

Kamis, 3 Juni 2021 14:27 WIB
Kepala Biro Humas Kemnaker, Chairul Fadhly Harahap
Kepala Biro Humas Kemnaker, Chairul Fadhly Harahap

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong Serikat Pekerja bersama manajemen PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group) menyelesaikan masalah dengan mengedepankan musyawarah mufakat.

"Selesaikan perselisihan ketenagakerjaan dengan hati yang tenang dan pikiran yang lapang, untuk mencari solusi terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak," kata Kepala Biro Humas Kemnaker, Chairul Fadhly Harahap, dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Berita Terkait : Kemenaker Berupaya Pulangkan Ribuan PMI Bermasalah Dari Malaysia

Dia meyakini, permasalahan yang menimpa Anwar Bessy dengan PT Indomarco Prismatama dapat diselesaikan melalui dialog. Atau bentuk komunikasi yang baik lainnya, demi untuk mencari jalan terbaik. "Untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis dan kondusif, prioritaskan dialog untuk mencari win-win solution terbaik," harapnya.

Situasi pandemi Covid-19 ini memang berdampak pada kondisi perekonomian yang sulit. Kondisi ini selayaknya menjadi momen bagi semua pihak untuk bersatu, saling memahami, dan saling mendukung dalam menghadapi pandemi. Karena itu, kedua belah pihak harus memupuk dialog hubungan industrial dalam mempererat kebersamaan.

Berita Terkait : Kemendagri Dorong Pemda Percepat Serap APBD 2021

Chairul pun berpendapat mereka memiliki iktikad baik untuk menuntaskan persoalan ketenagakerjaan. "Sekali lagi, Kemnaker terus mendorong perselisihan di Indomarco untuk dicarikan solusi bersama melalui dialog secara bipartit antara kedua pihak," ujar Chairul.

Sebelumnya, Jumat (28/5/2021) lalu, Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK) telah kesekian kali memfasilitasi manajemen Indomarco dengan serikat pekerja untuk bertemu, dan bersama-sama mencari solusi dan jalan terbaik dengan mengedepankan itikad baik. Tujuannya, untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis dan kondusif. [UMM]