Dark/Light Mode

BLK Komunitas Latih Pelayan Jasa Penunjang Pariwisata

Jumat, 11 Juni 2021 15:00 WIB
Salah satu pelatihan pelayan jasa penunjang pariwisata adalah pelatihan jurusan kuliner, termasuk bagaimana platting atau menghidangkan makanan dengan cantik.
Salah satu pelatihan pelayan jasa penunjang pariwisata adalah pelatihan jurusan kuliner, termasuk bagaimana platting atau menghidangkan makanan dengan cantik.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas terus membuka jenis kejuruan pelatihan vokasi. Salah satunya, melatih pelayan jasa penunjang pariwisata.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya terus berupaya mempersiapkan tenaga kerja berkompeten dan berdaya saing. Karena itu, berbagai jenis kejuruan selalu dikembangkan, sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing daerah. Di antaranya spa therapist, kuliner, pembuatan konten film dan YouTuber, barista, animasi, dan lainnya.

Berita Terkait : Kemnaker Jalin Kerjasama BLK Komunitas dengan Dunia Industri

Salah satu jenis kejuruan baru dan akan menjadi andalan Kemenaker dalam mendukung sektor pariwisata adalah kejuruan spa therapist. Kejuruan spa alias traditional healing ini dilatih untuk melayani pasar tenaga kerja dalam negeri, luar negeri, maupun wirausaha. Sehingga, peluang lulusannya untuk bekerja lebih besar.

"Sejumlah BLK Komunitas di kawasan Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo akan dibangun khusus untuk kejuruan spa. Untuk mempersiapkan jurusan baru itu, Kemenaker bekerja sama dengan Martha Tilaar, Mustika Ratu, Wardah, dan lain-lain," kata Ida di Jakarta, Kamis (10/6).

Baca Juga : Legislator Asal Kalteng Harap Masyarakat Tak Termakan Hoaks Soal Vaksin

Dalam pelatihan spa di BLK Komunitas ini, para siswa akan banyak diajarkan teknik baru. Seperti meramu bahan-bahan ramuan tradisional, memijat, totok wajah, refleksi, lulur, creambath, sampai menyambut tamu dan menjaga kebersihan maupun kenyamanan ruangan spa.

"Spa merupakan layanan jasa penunjang pariwisata. Indonesia kaya dengan rempah-rempah dan bahan jamu-jamuan. Lama pelatihan sekitar 1,5 bulan. Nanti setelah lulus pelatihan, para siswa akan menerima sertifikat yang sudah disiapkan dan didampingi untuk penempatan kerjanya," tutur Menaker.
 Selanjutnya