Dark/Light Mode

Kemnaker Pede Hadapi Industri 4.0

Minggu, 13 Juni 2021 11:15 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah

RM.id  Rakyat Merdeka - Bonus demografi pada industri 4.0 telah diantisipasi Kementerian Ketenagakerjaan. Kemnaker menegaskan sama sekali tak gagap menghadapi perkembangan era yang terus berkembang.

Hal ini ditandai dengan beberapa strategi yang dicanangkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dalam menghadapi transformasi ketenagakerjaan.

Berita Terkait : Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemnaker Genjot Pengembangan BLK Komunitas

"Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan strategi untuk bisa berperan dan proses link and match pasar kerja. Terlebih di industri 4.0 yang mengedepankan penggunaan teknologi dan sistem online," kata Ida, saat menyampaikan keynote speech pada webinar "Kesiapan Ketenagakerjaan Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0" yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), di Jakarta, Sabtu (12/6).

Ida menambahkan, pihaknya terus melakukan kajian labour market assessment sebagai dasar penyusunan kebijakan pelatihan vokasi, agar sesuai dengan munculnya peluang usaha dan jenis pekerjaan baru di era pandemi.

Berita Terkait : Kemnaker Jalin Kerjasama BLK Komunitas dengan Dunia Industri

Diketahui, World Economic Forum (WEF) dalam laporan terbarunya memperkirakan, di dunia akan ada 97 juta pekerjaan baru yang tumbuh bersamaan dengan 85 juta pekerjaan yang akan berkurang. Untuk Indonesia, sebagaimana dilaporkan McKinsey, diprediksi akan ada 23 juta jenis pekerjaan yang terdampak oleh otomatisasi, serta akan ada 20 juta pekerjaan baru yang muncul dalam kurun waktu tersebut.

“Dalam Revolusi Industri 4.0, penggunaan teknologi yang semakin meningkat dalam segala aspek kehidupan membuat pekerjaan menjadi sangat fleksibel, baik secara waktu atau pun tempat. Sehingga pekerjaan tidak lagi harus dikerjakan dari kantor dengan jam kerja yang monoton," ungkap politisi PKB itu.

Berita Terkait : Menaker: BLK Komunitas Sasar Peluang Kerja dan Usaha

Karenanya, Ida menegaskan, saat ini kompetensi dan fleksibilitas kerja menjadi poin utama. Tenaga kerja dituntut untuk menguasai perkembangan teknologi dengan soft skills yang memadai. Selain itu, kreativitas, inovasi dan kewirausahaan akan menjadi poin penting bagi perkembangan dunia usaha ke depannya.
 Selanjutnya