Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Gandeng Kemendes PDTT dan Kemenkop UKM
Kurangi Pengangguran, Kemnaker Kembangkan Wirausaha
Selasa, 12 Oktober 2021 20:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengambil langkah strategis demi meringankan tekanan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan meluncurkan program perluasan kesempatan kerja melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk penciptaan wirausaha dan program padat karya.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, dari program tersebut akan lahir para wirausahawan baru yang dapat menyerap tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya unggul. Juga tentunya meningkatkan ekonomi di wilayah tersebut. Pelaksanaan program ini akan dapat berdampak maksimal dengan dukungan dan sinergitas dari berbagai pihak terkait.
Baca juga : Dekranas Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Dunia Digital
Untuk itu, Kemnaker menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), guna melakukan sinergi program penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan dalam rangka pengurangan pengangguran dan peningkatan perekonomian berbasis desa.
Sinergi tiga kementerian tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Senin (11/10/2021) di Balai Latihan Kerja Samarinda, Kalimantan Timur.
Baca juga : Kemnaker Dongkrak Peran dan Fungsi Pengantar Kerja
"Kita berkolaborasi dan bersinergi pada program-program kerja andalan di masing-masing kementerian dalam upaya mencapai tujuan bersama, yakni mengurangi pengangguran secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan," kata Ida.
Dia mengemukakan, pandemi berdampak pada 29,12 juta angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, 2,56 juta menjadi pengangguran karena pandemi, 0,76 juta bukan angkatan kerja, dan 1,77 juta orang sementara tidak bekerja karena pandemi atau dirumahkan.
Baca juga : Senayan Dukung Upaya Kementan Tingkatkan Kemampuan Peternak Rakyat
Mantan anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII (1999-2018) ini meyakini, kolaborasi yang dilakukan pada hari ini bisa menekan angka pengangguran, dan dapat memitigasi angkatan kerja yang terdampak pandemi.
"Saya yakin, dengan sinergitas, dikeroyok bersama-sama antar kementerian dan lembaga, antar Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah, tingkat pengangguran terbuka kita bisa turun dan kita bisa memitigasi dampak pandemi terhadap angkatan kerja kita," ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya