Dark/Light Mode

Gandeng Kemendes PDTT dan Kemenkop UKM

Kurangi Pengangguran, Kemnaker Kembangkan Wirausaha

Selasa, 12 Oktober 2021 20:30 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kiri), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (tengah) dan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Rully Nuryanto.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kiri), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (tengah) dan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Rully Nuryanto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengambil langkah strategis demi meringankan tekanan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan meluncurkan program perluasan kesempatan kerja melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk penciptaan wirausaha dan program padat karya.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, dari program tersebut akan lahir para wirausahawan baru yang dapat menyerap tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya unggul. Juga tentunya meningkatkan ekonomi di wilayah tersebut. Pelaksanaan program ini akan dapat berdampak maksimal dengan dukungan dan sinergitas dari berbagai pihak terkait.

Berita Terkait : Dekranas Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Dunia Digital

Untuk itu, Kemnaker menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), guna melakukan sinergi program penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan dalam rangka pengurangan pengangguran dan peningkatan perekonomian berbasis desa.

Sinergi tiga kementerian tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Senin (11/10/2021) di Balai Latihan Kerja Samarinda, Kalimantan Timur.

Berita Terkait : Kemnaker Dongkrak Peran dan Fungsi Pengantar Kerja

"Kita berkolaborasi dan bersinergi pada program-program kerja andalan di masing-masing kementerian dalam upaya mencapai tujuan bersama, yakni mengurangi pengangguran secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan," kata Ida.

Dia mengemukakan, pandemi berdampak pada 29,12 juta angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, 2,56 juta menjadi pengangguran karena pandemi, 0,76 juta bukan angkatan kerja, dan 1,77 juta orang sementara tidak bekerja karena pandemi atau dirumahkan.

Berita Terkait : Senayan Dukung Upaya Kementan Tingkatkan Kemampuan Peternak Rakyat

Mantan anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII (1999-2018) ini meyakini, kolaborasi yang dilakukan pada hari ini bisa menekan angka pengangguran, dan dapat memitigasi angkatan kerja yang terdampak pandemi.

"Saya yakin, dengan sinergitas, dikeroyok bersama-sama antar kementerian dan lembaga, antar Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah, tingkat pengangguran terbuka kita bisa turun dan kita bisa memitigasi dampak pandemi terhadap angkatan kerja kita," ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
 Selanjutnya