Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ini bukan berarti Tuhan mengalah terhadap manusia, tetapi menjadi bukti betapa Tuhan memanusiakan manusia.
Baca juga : Al-Qur`an: Membumi Untuk Melangitkan (2)
Di dalam membumikan ajaran agama, Tuhan mengandung konsekwensi bahwa manusia pada satu sisi memiliki potensi, otoritas, dan kapasitas tertentu yang juga semuanya berasal dari-Nya, tetapi sisi lain manusia memiliki kekurangan yang prinsip, sehingga mereka memerlukan bimbingan agar tidak jatuh terjerumus dengan kelemahan fundamental yang melekat pada dirinya.
Baca juga : Al-Qur`an: Membumi Untuk Melangitkan (1)
Manusia dalam pandangan Islam bukan antroposentris, yang serba manusia, bukan juga teosentris yang serba Tuhan, tetapi manusia menurut Prof. S.H. Nasr sebagai teomorfis, yaitu makhluk yang memiliki berbagai kelebihan tetapi memiliki kelemahan melekat pada dirinya, sehingga masih tetap membutuhkan petunjuk Tuhan.
Baca juga : Energi Sinergi (3)
Karena itu, diturunkan kepadanya wahyu (Kitab) dan para Nabi untuk menjelaskan sekaligus mencontohkan pengamalan bagaimana petunjuk itu dilaksanakan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.