Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam kesempatan berbeda Rasulullah pernah memimpim shalat cepat sekali, berbeda dari biasanya. Sahabat pun bertanya.
Rasulullah menjawab: Apakah anda tidak mendengar ada anak kecil di belakang menangis, mungkin ibunya ikut shalat. Kasihan anak itu kalau shalat kita lebih lama.
Baca juga : Energi Sinergi (2)
Kiranya shalat berjamaah dapat menjadi pelajaran politik penting bagi kita bahwa, pertama, sahnya shalat berjamaah harus ada pemimpin yang berwibawa (imam), ada rakyat yang santun (makmum), dan ada konsep aturan yang mengatur antara imam dan makmum yang disebut imamah.
Kedua, imam yang dipilih harus dapat memimpin shalat dengan baik dan bersedia menerima kritikan dari makmum, jika ia terbukti melakukan kesalahan.
Baca juga : Energi Di Dalam Sinergi (1)
Ketiga, makmun mengikuti imam dengan setia dan santun. Dalam menyampaikan kritikan, sudah tersedia mekanisme dan tata caranya. Sehebat apapun seorang makmun, tidak dibenarkan mendahului imam. Makmum yang menyimpang dari ketentuan diancam shalatnya batal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.