Dark/Light Mode
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Al-Qur’an turun dari langit ke bumi guna memungut manusia yang jatuh ke bumi untuk dikembalikan ke langit. Semula, manusia adalah makhluk langit, lalu melakukan pelanggaran, kemudian jatuh ke bumi yang dikenal dengan drama kosmos.
Baca juga : Energi Sinergi (3)
Pembumian Al-Qur’an sering dimaknai sebagai artikulasi nilai-nilai Al- Qur’an untuk kehidupan masyarakat. Pembumian Al-Qur’an harus mampu melangitkan kembali anak manusia. Jika pembumiannya tidak mampu mengangkat kembali martabat kemanusiaan, maka proses pembumian itu harus ditinjau kembali.
Baca juga : Energi Sinergi (2)
Humanisasi nilai-nilai Al-Qur’an tidak boleh diartikan sebagai antroposentrisme Al-Qur’an, yakni penjasadan petunjuk Tuhan untuk meligitimasi realitas sosial masyarakat sebagaimana adanya. Proses pembumian Al-Qur’an tidak boleh mencabut kesakralan nilai-nilai Al-Qur’an.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.