Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Pemimpin harus bertanggung jawab terhadap apa dan siapapun yang dipimpinnya. Hal ini merupakan kesepakatan para ulama yang didasari dengan beberapa hadis, antara lain seperti hadis di atas. Namun sampai di mana batas tanggung jawab pemimpin terhadap yang dipimpinnya, terdapat perbedaan pendapat para ulama.
Baca juga : Al-Qur`an: Membumi Untuk Melangitkan (3)
Jika kepemimpinan itu dalam wilayah keluarga, misalnya seorang suami bertanggung jawab terhadap isteri dan anak-anaknya, maka persoalannya tidak serumit jika kepemimpinan dalam skala besar, misalnya seorang kepala negara terhadap segenap warga negara dan wilayah yang dipimpinnya.
Baca juga : Al-Qur`an: Membumi Untuk Melangitkan (2)
Kepala keluarga bertanggung jawab hanya dalam skop dalam rumah tangganya, tidak lebih dari itu.
Baca juga : Al-Qur`an: Membumi Untuk Melangitkan (1)
Jika seorang suami sudah memenuhi hak dan kewajibannya terhadap anggota keluarganya, seperti kecukupan sandang, pangan, dan papan, serta urusan pendidikan anak-anaknya, maka dianggap sudah menunaikan tanggung jawabnya sebagai pemimpin rumah tangga. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.