Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
Sebelumnya
Pemimpin harus bertanggung jawab terhadap apa dan siapapun yang dipimpinnya. Hal ini merupakan kesepakatan para ulama yang didasari dengan beberapa hadis, antara lain seperti hadis di atas. Namun sampai di mana batas tanggung jawab pemimpin terhadap yang dipimpinnya, terdapat perbedaan pendapat para ulama.
Baca juga : Al-Qur`an: Membumi Untuk Melangitkan (3)
Jika kepemimpinan itu dalam wilayah keluarga, misalnya seorang suami bertanggung jawab terhadap isteri dan anak-anaknya, maka persoalannya tidak serumit jika kepemimpinan dalam skala besar, misalnya seorang kepala negara terhadap segenap warga negara dan wilayah yang dipimpinnya.
Baca juga : Al-Qur`an: Membumi Untuk Melangitkan (2)
Kepala keluarga bertanggung jawab hanya dalam skop dalam rumah tangganya, tidak lebih dari itu.
Baca juga : Al-Qur`an: Membumi Untuk Melangitkan (1)
Jika seorang suami sudah memenuhi hak dan kewajibannya terhadap anggota keluarganya, seperti kecukupan sandang, pangan, dan papan, serta urusan pendidikan anak-anaknya, maka dianggap sudah menunaikan tanggung jawabnya sebagai pemimpin rumah tangga. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.