Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
Sebelumnya
Dalam filosofi keilmuan pesantren terkenal dengan semboyan: Al-‘ilm nur wa nurullah la yuhda lil ‘ashi (Ilmu itu cahaya dan cahaya tidak akan masuk di dalam dada yang gelap karena dosa). Dalam hadis ditegaskan: Kullu lahmin nabata min haramin fan naru aula bih” (semua daging yang tumbuh dari harta yang haram hanya akan bisa dibersihkan oleh api neraka).
Sering kali kita terkecoh dengan gemerlapnya syubhat dan harta haram, padahal di balik kegemerlapan itu tersembuyi kegelapan yang siap menutupi mata hati. Nabi membayangkan bahwa: “Setiap kali dosa bertambah setiap itu pula bertambah bintik hitam yang menutupi hati nurani”. Sehingga pada saatnya orang yang membiasakan diri hidup di dalam dunia kesyubhatan, apalagi dunia haram, maka ia terancam dengan “penyakit kalbu yang kronis” (fi qulubihim maradh) dan pada saatnya akan sampai kepada puncaknya, “hatinya terkunci mati” (khatamallah ‘ala qulubihim), sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an: “Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (Q.S. Al-Baqarah/2:7). (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.