Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hikmah Di Balik Penolakan Doa (2)

Kamis, 30 Desember 2021 06:30 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Ia hanya menjadikannya sebagai kebutuhan sekunder, sedangkan anak dan atau cucunya menjadikannya sebagai kebutuhan primer, sehingga Allah SWT tidak menurunkannya kepadanya, tetapi kepada anak atau cucunya.

Berita Terkait : Hikmah Di Balik Penolakan Doa (1)

Ketiga, Allah SWT memandang persyaratan untuk dikabulkan sebuah doa dari hamba, tetapi tidak terpenuhi persyaratan itu oleh hamba yang bersangkutan. Misalnya doanya setengah hati atau tidak serius. Seolah doanya hanya formalitas belaka, karena ia merasa aman (save) dari berbagai kemungkinan risiko terjelek karena mungkin ia pejabat atau memiliki harta atau uang yang banyak.
 Selanjutnya