Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Akhirnya mereka terpaksa eksodus bersama keluarganya ke Eropa, AS, dan Australia. Iraq, Libanon, dan Iran yang pernah dilanda perang saudara berkepanjangan memaksa warganya untuk mencari wilayah aman ke negara-negara barat seperti AS, Kanada, Eropa, dan Ausralia.
Pola migran lainnya bekas Negara-negara jajahan negara maju pergi mengadu nasib ke negara-negara bekas penjajahnya, seperti warga muslin di kawasan Afrika seperti Marocco, Tunisia, Aljazair, Mesir, melakukan eksodus ke Perancis.
Baca juga : Dari Shabir Ke Mashabir
Demikian pula Negara-negara muslim lainnya yang pernah dijajah oleh Inggris karena tekanan ekonomi maka mereka berbondong-bondong memasuki Inggris. Belum lagi mereka yang lari dan mencari suaka politik karena kekisruhan politik di negerinya. Yang lainnya semula melanjutkan studi di Negara-negara maju tersebut tetapi mereka tidak mau lagi kembali ke negerinya karena mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di negeri tempat studinya.
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu Negara yang penduduknya ada di berbagai negera maju. Di Rusia, Belanda, dan Yugoslavia banyak sekali warga Indonesia yang tinggal beranak cucu di sana dengan memanfaatkan kedekatan historis antara Indonesia dengan negara-negara tersebut. Bahkan sudah kawin mawin dengan warga Negara setempat. Meskipun demikian rasa keindonesiaan dan Islam yang berkeindonesiaan masih tetap dipertahankan di sana.
Baca juga : Dari Mukhlish Ke Mukhlash
Fenomena terakhir para migran Indonesia kembali membanjiri AS dengan memanfaatkan kelonggaran peraturan AS yang memudahkan tenaga kerja professional masuk ke AS, karena kaum industriawan AS yang saat ini mengalami kelesuan usaha mereka, lebih senang mempekerjakan para pekerja asing, khususnya dari Indonesia, yang mau digaji separoh dari karyawan warga AS dengan mutu kerja yang tidak kalah dengan mereka.
Para pekerja asal Indonesia juga merasa senang karena walapun dibayar separoh dari gaji warga AS tetapi masih jauh lebih baik daripada gaji yang diterimanya di tempat lain, termasuk di Indonesia sendiri.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.