Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pertanyaan sering dilontarkan para peziarah Ka’bah, baik dalam ibadah umrah maupun ibadah haji ialah ada apa di dalam Ka’bah? Ka’bah adalah bangunan malaikat untuk dijadikan rumah pertobatan Nabi Adam dan isterinya setelah keduanya jatuh dari langit kebahagiaan ke bumi penderitaan.
Penulis juga dulu membayangkan ada semacam barang antik atau benda-benda sakral yang langka dipelihara secara turun temurun di dalamnya. Pernah juga terlintas sebuah bangunan unik dan artistik di dalamnya sebagai warisan malaikat sang pencipta Ka’bah.
Baca juga : Rahasia Di Balik Pakaian Ihram
Ketika masih di Pondok, seorang kiyai pengajar Tafsir Jalalain menguraikan Q.S. Ali ‘Imran/3:96, tentang asal-usul pembangunan Ka’bah sebagai rumah pertobatan Adam-Hawa, sejak itu saya penasaran, misteri apa sesungguhnya yang terdapat di dalam bangunan segi empat berbungkus kain hitam itu?
Mengapa Allah SWT menyebut penuh berkah di sekitarnya (barakna haulahu)? Mengapa disebut Baitullah? Betulkan Ka’bah miniatur Baitul Ma’mur? Doa saya ketika itu, ya Allah berikanlah kesempatan hambamu ini masuk ke dalam Ka’bah-Mu, meskipun pada waktu itu sama sekali belum punya bayangan, menengok Jakarta sebagai ibu kota RI juga belum terbayang bagi seorang anak pondok di sudut desa.
Baca juga : Allah: A God Dan The God
Akhirnya, kesempatan yang diimpikan itu tiba, ketika salah seorang Menteri Agama yang mengenal saya lebih dekat diundang untuk mencuci Ka’bah dan masuk ke dalamnya. Ketika pintu ka’bah dibuka dan tangga dipasang, pertanda sebentar lagi rombongan akan masuk. Tiba-tiba saja saya didatangi dua orang perempuan jamaah Paramadina merengek-rengek meminta saya untuk membimbingnya melaksanakan umrah, termasuk ke Tan’im mengambil mikat. Saya menghadirkan teman untuk membimbingnya tetapi mereka memilih untuk tidak umrah kalau bukan saya membimbingnya.
Kedua ibu ini mungkin kesempatan terakhir baginya untuk umrah karena faktor usia, sementara saya berkeyakinan masih ada kesempatan lain. Akhirnya, saya memilih mendampingi keduanya melaksanakan umrah dan mengurungkan niat ikut rombongan Menteri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.